Wakil Bupati (Wabup) Bulungan, Ingkong Ala meminta masyarakat khususnya kalangan muda, agar tidak meninggalkan budaya dan kearifan lokal. Sebab, jika hal itu terjadi maka kondisi tersebut akan memprihatinkan terhadap kelestarian adat istiadat daerah ini.
"Balai adat dan sanggar seni ini dapat menjadi wahana untuk mengajarkan, mengamalkan, dan menularkan nilai-nilai adat istiadat serta seni budaya Dayak Bulusu kepada generasi muda," kata Ingkong Ala kepada Radar Kaltara.
Salai itu, keberadaan balai adat dan sanggar seni diyakini dapat mendukung salah satu misi pembangunan di Bulungan. Yaitu meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) yang sehat, cerdas, berkarakter dan berdaya saing. Salah satunya melalui karakter adat seni serta budaya yang dipenuhi kearifan lokal.
"Nah, kemajuan teknologi informasi dan komunikasi sekarang ini sering menyebabkan begitu derasnya aliran informasi berisi budaya dari berbagai belahan dunia yang dapat diakses dengan mudah melalui gawai atau smartphone," ujarnya.
Padahal tidak semua budaya, perilaku maupun cara hidup yang ditampilkan tersebut cocok atau sesuai dengan adat istiadat maupun budaya bangsa. Hal tersebut menyebabkan nilai-nilai adat dalam keseharian maupun identitas adat pada generasi mudah terlihat semakin luntur dari hari ke hari.
“Saya berharap keberadaan balai adat dan sanggar seni ini dapat menanamkan nilai dan kearifan budaya kepada generasi penerus agar dapat meresap dalam kehidupan sehari-hari,” harapnya.
Menurutnya, hal tersebut sangat penting guna memastikan tercapainya masyarakat yang maju tanpa harus kehilangan identitas di masa depan. Yaitu masyarakat yang dapat terus berkarya dan tidak terpengaruh pada adat dan budaya bangsa lain yang tidak sesuai dengan budaya lokal daerah.
“Jadi, maksimalkan penggunaan balai adat sekaligus sanggar seni ini untuk generasi muda. Tularkan kepada mereka nilai-nilai adat kita agar dapat terus lestari,” ungkapnya.
Di sisi lain, balai adat juga digunakan sebagai tempat berkumpul, bermusyawarah dan bermufakat, dan tempat untuk membicarakan hal-hal yang berkaitan dengan adat.
“Kalau kegiatan positif dapat dilakukan, maka keberadaan balai adat dan sanggar seni akan dapat menyiapkan generasi penerus yang berkarakter dan berdaya saing melalui kegiatan pendidikan seni dan budaya maupun sosial kemasyarakatan,” pungkasnya. (jai/har)
Judsam: Jaga Kearifan Lokal di Tengah Modernisasi
Editor : Azwar Halim