Salah satunya infrastruktur Pelabuhan Internasional. Berdasarkan daftar proyek investasi Kaltara tahun 2023 yang dibuat oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltara, nilai investasi dari Pelabuhan Internasional ini sebesar USD 1 billion.
Penatakelola Penanganan Modal Ahli Muda Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kaltara, Rahman mengatakan, pembangunan Pelabuhan Internasional itu ditargetkan rampung di tahun 2030.
“Pelabuhan Internasional itu nanti dibangun beserta infrastruktur pendukungnya. Itu panjangnya sekitar 3 kilometer dengan rencana dibuat dua jalur agar lebih teratur,” ujar Rahman kepada Radar Kaltara saat dikonfirmasi beberapa waktu lalu.
Saat ini, lanjut Rahman, pengelola di kawasan tersebut tengah mempersiapkan infrastruktur darat. Dalam hal ini pengelola akan membangun jalan sepanjang 100 kilometer di dalam kawasan yang saat ini lebih dikenal dengan sebutan Kawasan Industri Hijau Indonesia (KIHI) tersebut.
“Karena di situ mereka mulai masuk ke fasilitas pendukung. Tapi ini termasuk cepat, karena di kawasan itu air bersih sudah siap,” katanya.
Dengan adanya Pelabuhan Internasional itu, nantinya semua aktivitas dari sejumlah industri di kawasan ini akan tersentral di satu pelabuhan sebagai akses utamanya. Harapannya, Pelabuhan Internasional itu sudah fungsional 2030 mendatang.
Karena sejumlah industri di kawasan tersebut sudah mulai jalan, di antaranya industri smelter. Jika sesuai rencana, maka smelter di KIPI tersebut sudah akan produksi pada tahun 2025 mendatang.
Termasuk petrokimia, berdasarkan perencanaannya industri ini juga sudah ada progress pada tahun 2027. Artinya, sudah akan ada beberapa industri di PSN ini yang berproduksi sebelum Pelabuhan Internasional itu selesai.
Oleh karena itu, pembangunan Pelabuhan Internasional di provinsi ke-34 Indonesia ini memang harus digenjot agar dapat segera selesai supaya akses atau mobilisasi dari aktivitas industri di kawasan tersebut bisa lebih mudah.
“Tapi untuk sementara ini di san itu masih menggunakan jetty (dermaga, Red) dulu. Ini fasilitas sementara sebelum pelabuhan terbangun,” bebernya. (iwk/eza) Editor : Azwar Halim