Kasubid Informasi pada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Nunukan, Muhammad Basir menerangkan, pencarian Rizky, sudah dilakukan sepanjang sungai Sebuku dari titik TKP dengan radius ke arah hulu kurang lebih 4 kilometer (km) ke arah hilir 7 km.
Pencarian dengan radius tersebut, harus dilakukan mengingat kondisi aliran sungai sekarang ini dalam kondisi surut. "Jadi pukul 05.15 Wita subuh tadi (kemarin) sudah mulai pencarian, pas pukul 07.10 Wita, korban ditemukan, di perairan sungai Sebuku Tanah Merah, dalam posisi terapung dan sudah meninggal di pinggir sungai," ujar Basir ketika dikonfirmasi, Kamis (25/5).
Jarak TKP jatuhnya korban, berjarak kurang lebih 2 km dari TKP. Setelah ditemukan, korban langsung dievakuasi dan jenazah korban dibawa menggunakan perahu ketinting menuju Dermaga Aki Batawol, Sebuku. Selanjutnya langsung dibawa ke rumah duka dan diserahkan ke keluarga korban.
Setelah di rumah duka, badan korban dilakukan pengecekan oleh keluarga dan disaksikan warga dan aparat desa setempat, hasilnya tidak ditemukannya tanda-tanda kekerasan. Pihak orang tua korban pun menolak untuk korban dibawa ke rumah sakit keperluan visum.
"Setelah dipastikan keluarga korban ikhlas menerima, keluarga korban pun dibantu masyarakat untuk memandikan korban, kemudian mensalatkan jenazah dan akhirnya memakamkan di pemakaman Desa Pembeliangan," jelas Basir.
Korban sendiri memang merupakan warga Desa Pembeliangan, Sebuku. Sebelum hilang, keterangan rekan kerjanya bernama Udin menjelaskan, saat itu Udin sedang memasang sumbu mesin di bagian belakang kapal, saat itulah tiba-tiba Udin sudah melihat Rizky berada di sungai dan meminta tolong kepadanya.
Udin seketika itu langsung mencari pelampung dan melempar ke arah Rizky, kemudian juga langsung terjun ke sungai untuk menolong Rizky, tapi Udin tidak dapat menolongnya, karna jaraknya terlalu jauh, saat itulah Udin sudah tidak melihat lagi Rizky yang diduga sudah tenggelam. (raw/eza)
Editor : Azwar Halim