Adapun 'Misi Dagang Investasi' ini bertujuan untuk memperkuat potensi perdagangan, kerja sama di berbagai sektor, serta membangun partnership dan jejaring bisnis. Ini dilakukan dengan menghadirkan pelaku usaha dan berbagai stakeholder dari kedua provinsi ini.
Sekretaris Provinsi (Sekprov) Kaltara, Suriansyah mengatakan, melalui kegiatan ini diharapkan dapat terjadi kerja sama yang berkelanjutan dan peningkatan transaksi perdagangan yang signifikan antar kedua provinsi. "Besar harapan kami, kegiatan ini dapat memberikan manfaat yang besar kepada kedua pemerintah daerah ini, khususnya dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kaltara," ujar Suriansyah kepada Radar Kaltara, Senin (20/3).
Lebih dari itu, lanjut Suriansyah, diharapkan kegiatan ini dapat mengakselerasi pertumbuhan ekonomi dan kontribusi daerah dalam mendukung pemulihan ekonomi nasional. Apalagi penduduk Kaltara banyak yang berasal dari Jatim, baik itu melalui jalur transmigrasi maupun yang mencari pekerjaan dan menetap di Kaltara, sehingga diharapkan kerja sama seperti ini tetap terus berkesinambungan. "Kami terus berusaha cepat merespon peluang-peluang yang bisa meningkatkan ekonomi daerah kami," katanya.
Menurutnya, dengan posisi yang strategis memungkinkan Kaltara menawarkan komoditas-komoditas unggul untuk di jual ke pasar internasional. Kaltara memiliki peluang yang sangat besar untuk mengembangkan sektor perdagangan.
Kondisi ini dapat dilihat dari posisi Kaltara yang berada di antara segitiga emas yang menghubungkan Indonesia, Brunei Darussalam, Philipina dan Malaysia. Posisi ini sangat menguntungkan, karena dapat menjadikan Kaltara sebagai tempat transit kapal-kapal dagang atau bahkan tempat terjadinya transaksi.
Baca berita selengkapnya di Koran Radar Tarakan atau berlangganan melalui Aplikasi Radar Tarakan yang bisa di download di :
Editor : Azwar Halim