Bupati Bulungan, Syarwani mengakui bahwa sejauh ini masih banyak bangunan yang tidak memiliki PBG. Untuk itu, Pemkab Bulungan mulai melakukan pemetaan. "Sekarang ini, jumlah penduduk di Kabupaten Bulungan terus bertambah seiring terbentuknya ibu kota provinsi Kalimantan Utara," kata Syarwani kepada Radar Kaltara, Minggu (12/2).
Bahkan, setiap tahun jumlah penduduk di Bulungan terus bertambah. Jumlahnya, mencapai ribuan orang, itu sesuai data yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS). “Iya, setiap tahun jumlah penduduk di Kabupaten Bulungan terus bertambah,” ungkapnya.
Menurutnya, pertumbuhan penduduk ini akan berdampak terhadap pembangunan di wilayah Bumi Tenguyun. "Jangan sampai Kabupaten Bulungan ini semakin kumuh," ungkapnya.
Untuk itu, organisasi perangkat daerah (OPD) diminta untuk melakukan penataan tata ruang wilayah. Sehingga, kondisi di lapangan lebih tertata. "Iya, saya sudah perintahkan Dinas PU untuk melakukan hal itu," bebernya.
Sementara itu, Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Bulungan, Risdianto mengatakan, potensi pajak bumi dan bangunan di Bulungan ini cukup besar, khususnya yang berkaitan dengan PBG. "Ini bagian yang akan kita bahas ke depan," ungkapnya.
Berkaitan hal tersebut, saat ini Pemkab Bulungan juga tengah melakukan pemetaan dan memitigasi kondisi di lapangan agar kebijakan yang dikeluarkan pemerintah dapat diterima oleh semua pihak. "Secara faktual, sekarang ini masih banyak bangunan yang tidak memiliki izin PBG," ungkapnya.
Baca berita selengkapnya di Koran Radar Tarakan atau berlangganan melalui Aplikasi Radar Tarakan yang bisa di download di :
Editor : Azwar Halim