Hal itu ditunjukkan keduanya saat mendampingi Menteri Dalam Negeri (Mendagri) RI, Muhammad Tito Karnavian menuju tribun utama Lapangan Agatis untuk melaksanakan upacara peringatan hari jadi provinsi ke-34 ini. Bahkan, usai upacara keduanya berpelukan dan salam komando.
Mendagri mengatakan, di usia Kaltara yang menginjak 10 tahun ini, sudah terjadi lompatan pembangunan yang luar biasa. Ia mengungkap, telah mengikuti perkembangan Kaltara, khususnya Tanjung Selor sejak 2017 lalu.
“Pertama saya ke sini 2017 lalu masih sangat sepi sekali, sehingga waktu itu kita bersama gubernur berkomitmen untuk membangun Polda Kaltara,” ujar Tito kepada Radar Tarakan saat ditemui usai memimpin upacara HUT Ke-10 Kaltara.
Selain untuk pengamanan, keberadaan Polda Kaltara juga menjadi motor penggerak pembangunan dan membuat masyarakat mau tinggal di sini. Karena saat itu banyak yang berkantor di Tanjung Selor, tapi tinggalnya di Tarakan. “Saat saya kembali ke sini kemarin (Senin, 24 Oktober 2022), khusus untuk di Tanjung Selor, saya kagum sudah terjadi lompatan pembangunan, dari yang dulunya relatif 'mati' kalau malam hari dan siangnya sepi, sekarang malam pun sampai subuh masih ramai,” tuturnya.
Untuk terus menggenjot pembangunan di Kaltara ini, mantan kepala Polri ini berpesan agar sumber daya alam (SDA) yang luar biasa ini dapat dikelola secara optimal. Tapi yang tak kalah pentingnya adalah sumber daya manusia (SDM) yang unggul, terdidik, terlatih dan sehat.
Maka dari itu, anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) 20 persen untuk pendidikan dan 10 persen untuk penanganan kesehatan benar-benar tepat sasaran. “Kalau bisa ada sekolah gratis, berikan beasiswa SD, SMP, SMA. Buat, sekolah vokasi sesuai keadaan alam dan potensi di sini. Misalnya mendirikan politeknik perikanan, pertambakan, pertambangan dan lain-lain. Banyak yang dapat dilakukan,” bebernya.
Artinya, tidak perlu anak-anak Kaltara keluar daerah untuk cari kerja, karena di Kaltara ini sudah banyak peluang kerja. Tinggal seperti apa menyikapinya.
Gubernur Kaltara, Drs. H. Zainal Arifin Paliwang, S.H, M.Hum, berharap di usia yang sudah menginjak 10 tahun ini, jangan berhenti berjuang. Harus terus bekerja guna memajukan Kaltara dan membuka seluas-luasnya lapangan kerja. “Jika dari sisi pembangunan, itu sudah dilakukan berbagai upaya, mulai dari perbaikan jalan dan pembangunan infrastruktur lainnya sudah dilakukan,” kata Zainal.
“Insyaallah di 2023 jalan Tanjung Selor-Tanah Kuning susah mulus. Sehingga betul-betul konektivitas dari ibu kota ke kawasan industri bisa dilalui masyarakat dengan nyaman dan aman,” tuturnya.
Pastinya, 10 tahun ini, bukan waktu yang lama, tapi bukan juga waktu yang singkat jika dilalui. Oleh karena itu, dampak positif keberadaan Kaltara ini harus dapat benar-benar dirasakan masyarakat secara berkelanjutan. (iwk/lim) Editor : Azwar Halim