RACHMAD RHOMADHANI
CAHAYA bulan dan bintang serta beberapa lampu menerangi jalannya acara tersebut. Dengan diikuti para fans klub sepakbola dan sejumlah pejabat di instansi pemerintah daerah serta aparat kepolisian.
Tepat, pukul 19.30 Wita, Rabu (12/10), salawat dan doa ayat suci Alquran mulai dilantunkan. Seluruh peserta berdoa bersama, termasuk santri yang turut dilibatkan. Secara khidmat mengikutinya. Kejadian Kanjuruhan Malang memang tak hanya sekadar membuat duka mendalam masyarakat di Kabupaten Malang. Melainkan, seluruh masyarakat di tanah air dan dunia ikut berduka cita. Khususnya, masyarakat yang ada di wilayah provinsi ke-34 (Kaltara).
Apalagi, seperti diketahui dalam waktu dekat ini, Provinsi Kaltara bakal menggelar even akbar. Yakni, Porprov Kaltara untuk kali pertama. Sehingga adanya kejadian itu secara tak langsung membuat rasa khawatir. Mengingat, bisa saja kejadian itu dapat terjadi. Meski, diharapkan tidak demikian halnya.
Mewakili Gubernur Kaltara Drs. Zainal Arifin Paliwang, Asisten II bidang Perekonomian dan Pembangunan Setprov Kaltara, Bustan mengatakan, tragedi Kanjuruhan Malang ini memang secara tak langsung ke depannya dapat berdampak pada penyelenggaraan Porprov Kaltara. "Saya tentu menyambut baik atas terselenggaranya acara do'a bersama ini. Semoga di daerah yang kita cintai ini tak sampai terjadi aksi serupa," harapnya.
Dikatakannya juga, tragedi Kanjuruhan Malang memang wajar menjadi perhatian dan duka mendalam masyarakat. Sebab, dampaknya sampai menelan sekitar ratusan korban jiwa. "Ini menjadi tragedi menyedihkan dan duka bagi dunia olahraga," ujarnya.
Untuk itu, atas nama pemerintah daerah, pihaknya menyampaikan rasa bela sungkawa sedalam-dalamnya. Kepada keluarga yang ditinggalkan dapat diberikan suatu ketabahan. "Saya ucapkan bela sungkawa sedalam-dalamnya. Sepakbola yang seharusnya menjadi ajang silaturahmi dan hiburan. Tapi, di lapangan tidak demikian," ucapnya.
Dengan semakin dekatnya pelaksanaan Porprov Kaltara, pihaknya meminta semua pihak dapat mendukung. Sehingga semua dapat berjalan dengan lancar tanpa adanya hambatan apapun. "Even itu tak hanya sekadar meraih sebuah prestasi. Melainkan, perekonomian pun akan bergerak. Ya, karena pasca pandemi Covid-19, ekonomi harus dapat semakin membaik," tukasnya.
Sebelumnya, aksi solidaritas sebagai bentuk keprihatinan atas tragedi pertandingan sepak bola di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang. Pecinta olahraga futsal seirama melakukan aksi doa bersama sebelum berlatih. Suasana ini tentu berbeda dibanding hari-hari sebelum tragedi tersebut terjadi. Doa bersama yang dilaksanakan bersama personel Satbinmas Polres Bulungan berjalan dengan khidmat.
Para pecinta olahraga futsal dan personel sejenak menundukkan kepala seraya berdoa atas korban tragedi kemanusiaan di Stadion Kanjuruhan Malang. Dengan harapan, arwah para korban diterima di sisi Allah SWT.
Semoga kejadian serupa tidak terjadi lagi ke depannya. Termasuk, di wilayah hukum (wilkum) Polres Bulungan. Keluarga yang ditinggalkan diberikan suatu kekuatan dan ketabahan. Kapolres Bulungan AKBP Ronaldo Maradona T.P.P Siregar saat dikonfirmasi membenarkan tentang pelaksanaan doa bersama pecinta olahraga futsal di Tanjung Selor.
Menurutnya, selama kegiatan berlangsung situasi berjalan aman dan terkendali. Masyarakat selaku pecinta dan penggiat sepak bola futsal cukup prihatin atas kejadian itu. "Semua berjalan dengan baik. Doa bersama atas tragedi pertandingan sepak bola di Stadion Kanjuruhan berjalan dengan khidmat sekalipun dilakukan di lapangan futsal ini," ungkapnya. (***/eza) Editor : Azwar Halim