Adv Balikpapan Berau Berita Kontrak Bulungan Catatan Daerah Event Film & Drama Gadget Hukum & Kriminal Kaltara Kaltim Kesehatan Lapsus Malinau Nasional Nunukan Olahraga Opini Pemerintahan Pola Hidup Politik Radar Nusantara Selebritis Tana Tidung Tarakan Teknologi Wisata & Kuliner Zodiak

Alur Pelayaran Alami Pendangkalan

Azwar Halim • Kamis, 6 Oktober 2022 | 13:25 WIB
(PIJAI PASARIJA/RADAR KALTARA)  BELUM DIKAJI: Sungai Kayan dan Sabanar Baru mengalami pendangkalan akibat sedimentasi. Tampak kapal yang berlabuh di Pelabuhan Kayan I, Tanjung Selor.
(PIJAI PASARIJA/RADAR KALTARA) BELUM DIKAJI: Sungai Kayan dan Sabanar Baru mengalami pendangkalan akibat sedimentasi. Tampak kapal yang berlabuh di Pelabuhan Kayan I, Tanjung Selor.
TANJUNG SELOR - Alur pelayaran Sungai Sabanar Baru di Kelurahan Tanjung Selor Timur, Kecamatan Tanjung Selor, Bulungan mengalami pendangkalan akibat sedimentasi. Mirisnya, hingga saat ini belum ada normalisasi yang dilakukan oleh pemerintah.

Dengan kondisi ini, tak jarang kapal yang melintas di alur pelayaran itu menabrak turap yang dibangun oleh Pemkab Bulungan. Staf Kesyahbandaran Kelaiklautan Unit Penyelenggara Pelabuhan (UPP) Kelas II Tanjung Selor, Mulyono mengatakan, kejadian kapal menabrak turap di Sungai Sabanar Baru sudah beberapa kali terjadi akibat faktor alam. Untuk itu, hal ini harus menjadi perhatian bersama. "Jadi, perlu ada kajian teknis terkait persoalan tersebut," kata Mulyono kepada Radar Kaltara, (5/10).

Menurutnya, perlu dilakukan duduk bersama untuk membahas terkait persoalan ini. Sehingga, kejadian kapal menabrak turap tidak terulang kembali. "Kalau hanya dilakukan pengerukan. Iya, tidak ada pengaruhnya jika tidak dipasang turap di sisi kiri. Lebih baik tikungan itu dipotong, karena cukup tajam," ungkapnya.

Kemudian, arus air juga cukup kuat. Hal itulah yang mendorong kapal hingga menabrak turap. Karena itu, perlu ada solusi terkait persoalan tersebut. Apakah dilakukan pengerukan atau pemotongan alur. "Kalau alurnya dilebarkan, kapal melintas lebih mudah," bebernya.

Sementara itu, Bupati Bulungan, Syarwani mengakui bahwa sampai saat ini belum ada kajian terkait eksisting Sungai Kayan maupun Sabanar Baru. Menurutnya, hal itu membutuhkan waktu panjang serta pembiayaan yang cukup besar. "Sungai Kayan dan Sungai Sabanar Baru ini memang rentan terjadi pendangkalan. Tetapi, anggaran untuk melakukan kajian secara komprehensif cukup besar," ungkapnya.

Namun, kata dia, untuk jangka panjang hal ini harus dilakukan kajian. Apalagi Sungai Kayan dan Sabanar Baru ini merupakan urat nadi masyarakat Bulungan. "Sumber air baku dari Sungai Kayan. Jadi, untuk tahap berikutnya kajian ini memang harus dilakukan," bebernya.

Terpisah, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Bulungan, Khairul menyatakan bahwa Dishub Bulungan telah mengusulkan anggaran ke Kementerian Perhubungan (Kemenhub) RI terkait pengerukan beberapa titik di sepanjang Sungai Kayan. Salah satunya, Sungai Sabanar Lama. "Sungai Sabanar Baru rencananya akan dilalukan pengerukan. Kita sudah usulkan ke Kementerian Perhubungan. Iya, mudahan saja bisa di setujui usulan kita," singkatnya. (*/jai/eza) Editor : Azwar Halim
#tanjungselor #kaltara #pelayaran