Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kaltara, Andi Nasuha mengatakan, rencananya hasil akhir dari pengembangan Lapter Binuang itu dapat didarati pesawat jenis ATR 42. "Kalau itu bisa dilakukan, artinya kita bisa mengurai antrean penumpang yang terjadi saat ini. Kan ke Binuang saat ini antrenya juga panjang," kata Andi Nasuha kepada Radar Kaltara saat dikonfirmasi beberapa waktu lalu.
Setidaknya, lanjut Andi Nasuha, dapat membantu masyarakat sebelum jalan darat dari Malinau ke Binuang dan Long Bawan itu tembus. Sekarang ini, transportasi udara masih menjadi andalan untuk ke wilayah perbatasan RI-Malaysia di Kaltara ini. "Kalau pesawat yang besar ini sudah bisa mendarat, otomatis bisa mengangkut barang dan penumpang dengan jumlah yang lebih banyak dari biasanya," tutur Andi Nasuha.
Adapun, pengerjaan Lapter Binuang itu berdasarkan Memorandum of Understanding (MoU) antara Gubernur Kaltara, Bupati Nunukan dan Dirjen Perhubungan Kementerian Perhubungan (Kemenhub) RI. "Jadi dari MoU itu, produk akhirnya nanti akan dihibahkan (diserahkan) ke Pemkab Nunukan. Saya dengar sudah mau rampung, jadi insha Allah selesai tahun ini," ujar Andi Nasuha.
Dalam MoU peningkatan Lapter Binuang itu, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltara hanya mendapatkan tugas membangun akses jalan pendekatan ke lapter. Itu sudah dikerjakan oleh Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPR-Perkim). "Sedangkan dari Pemkab Nunukan, kalau tidak salah mengerjakan apron atau tempat parkir pesawat," sebutnya.
Selain itu, hal lainnya seperti pengembangan runway atau landasan pacu pesawat dibangun oleh pusat menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Ini juga sudah hampir selesai. "Jadi sekarang ini sudah mau diserahkan ke Pemkab Nunukan dan menjadi aset Pemkab Nunukan. Kalau kita di pemprov hanya mengantarkan melalui MoU itu," katanya. Adapun, dalam perencanaan yang sudah dibuat, panjang runway Lapter Binuang itu sekitar 800 meter dengan struktur konstruksi sudah diaspal.
Terpisah, Kepala Desa (Kades) Binuang, Kalvin mengatakan, informasi terakhir yang diterima olehnya bahwa peningkatan Lapter Binuang dan perbaikan di beberapa titik itu akan segera tuntas. "Panjangnya (runway Lapter Binuang) itu 600 meter. Jadi untuk pesawat seperti ATR 42 itu belum bisa masuk," katanya.
Namun, lanjut Kalvin, mewakili masyarakat Binuang pada khususnya, ia sangat bersyukur dan berterima kasih terhadap wacana dari pemerintah yang ingin mendorong pesawat jenis ATR 42 untuk mendarat di Lapter Binuang ini. "Harapan kami, ke depannya itu bisa ditambah lagi panjangnya menjadi 800 meter," harapnya. (iwk/eza) Editor : Azwar Halim