0 Kaltara Adv Balikpapan Berau Berita Kontrak Bulungan Catatan Daerah Event Film & Drama Gadget Hukum & Kriminal Kaltim Kesehatan Lapsus Malinau Nasional Nunukan Olahraga Opini Pemerintahan Pola Hidup Politik Radar Nusantara Selebritis Tana Tidung Tarakan Teknologi Wisata & Kuliner Zodiak

Usulkan Jembatan Bulan Masuk Program Nasional 

Azwar Halim • Rabu, 20 April 2022 | 10:29 WIB
Suriansyah - Sekprov Kaltara./IWAN KURNIAWAN/RADAR KALTARA
Suriansyah - Sekprov Kaltara./IWAN KURNIAWAN/RADAR KALTARA
TANJUNG SELOR - Rencana pembangunan Jembatan Bulungan-Tarakan (Bulan) kembali digaungkan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Utara (Kaltara). Bahkan, mega proyek ini diupayakan masuk dalam program nasional.

Sekretaris Provinsi (Sekprov) Kaltara, Suriansyah mengatakan, untuk mencapai target menjadikan Jembatan Bulan sebagai program nasional, tentunya dengan catatan harus dibuatkan perencanaan dan pemenuhan dokumen yang dibutuhkan.

"Untuk pembangunan Jembatan Bulan itu, sudah ada MoU (Memorandum of Understanding) antara Gubernur dengan CRBC (China Road and Bridge Corporation)," ujarnya kepada Radar Kaltara saat ditemui di Tanjung Selor, Selasa (19/4).

Bahkan, pembahasan bersama sebagai tidak lanjut dari MoU yang telah dilakukan pada awal 2022 itu telah beberapa kali dilakukan Pemprov Kaltara dengan CRBC. Tentunya hal ini merupakan salah satu upaya yang dilakukan untuk mewujudkan pembangunan Jembatan Bulan. "Kita bersyukur karena pihak CRBC juga memberikan informasi yang positif terkait upaya-upaya kita untuk melanjutkan pembangunan Jembatan Bulan ini," kata Suriansyah.

Oleh karena itu, dalam rapat tersebut, instansi teknis, seperti Bappeda dan Litbang, DPUPR-Perkim, serta Dinas Lingkungan Hidup juga hadir bersama untuk membahas kesiapan dokumen-dokumen yang dibutuhkan untuk mewujudkan pembangunan Jembatan Bulan tersebut.

"Jadi prosesnya jalan terus. Termasuk dari instansi terkait juga akan melakukan koordinasi dengan kementerian terkait, salah satunya ke Bappenas, karena Bappenas juga ikut dalam pembahasan itu," sebutnya.

CRBC yang merupakan salah satu badan usaha di Cina ini menceritakan pengalamannya dan memberikan sejumlah masukan mengenai bagaimana caranya untuk menjadikan Jembatan Bulan ini sebagai program nasional. Disinggung soal rencana yang sudah ada sebelumnya, tentu saat ini sudah berbeda dengan kondisi sebelumnya. Oleh karena itu perlu dilakukan tindak lanjut, apakah dalam bentuk review atau desain ulang, itu sedang diproses di instansi teknis.

"Termasuk estimasi kebutuhan biaya pasti akan berubah. Karena harga sudah berbeda pada saat sebelumnya dan sekarang. Jadi nanti rencana anggaran akan di-review oleh instansi teknis," sebutnya.

Namun demikian, dalam pembahasan ini, beberapa dokumen yang sudah ada sebelumnya juga digunakan. Hanya saja untuk gambaran kapan ini mulai dilakukan, Suriansyah mengaku untuk saat ini masih belum. Karena sementara ini masih dilakukan pendekatan-pendekatan.

"Untuk waktunya kita belum tahu kapan, karena ini butuh dana yang besar. Sementara APBD (Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah) kita juga terbatas. Oleh karena itu kita harapkan kehadiran negara di sini," bebernya. CRBC hadir untuk memberikan dukungan ke Kaltara agar nanti proyek Jembatan Bulan ini bisa menjadi proyek nasional. (iwk/eza)

 

  Editor : Azwar Halim
#jembatan bulan