RACHMAD RHOMADHANI
“SIAP ugal–ugalan? Jangan balap motor aja jadi skill! Buktikan kecepatan larimu! Begitulah tagline yang berhasil menyedot animo masyarakat ini. Terbukti, dari digelarnya aksi balap lari pada malam hari itu. Ratusan masyarakat di Tanjung Selor dan sekitarnya begitu antusias mengikutinya.
Rincinya, pada balap lari yang baru kali pertama digelar di bulan suci ini diikuti sebanyak 105 peserta yang terdiri dari 21 tim. Pelaksanaannya pasca umat muslim salat tarawih di wilayah Kampung Arab, sekira pukul 21.00 Wita, Sabtu malam (16/4). Tak hanya peserta lomba, masyarakat yang haus hiburan pada malam itu pun berbondong–bondong ke lokasi kegiatan. Tak lain, mereka ingin menyaksikan secara langsung pebalap fisik ini berlaga.
Ketua Komunitas Tjs Runners, Herman mengaku memang tak menyangka antusias masyarakat yang mengikuti kegiatan balap lari ini. Sehingga selama jalannya pelaksanaan panitia perlombaan harus bekerja cukup ekstra guna kelancarannya. “Alhamdulillah, semua dapat berjalan dengan baik. Hingga dari 21 tim yang mengikuti dan didapati 5 tim yang terbaik,” jelasnya kepada pewarta, Minggu (17/4).
Mengenai tujuan digelarnya balap lari pada malam hari pasca salat tarawih bertujuan untuk menyebarkan virus lari kepada masyarakat di semua kalangan. Di samping ini sebagai dukungan menekan potensi maraknya aksi balap liar atau bali. Tentunya, yang selama ini meresahkan masyarakat.
“Artinya, komunitas menyiapkan wadah kegiatan positif di momen Ramadan ini. Sehingga bagi kaula muda kita mengajak mereka membuktikan diri siapa tercepat. Tapi dalam arti cepat dengan menggunakan fisik bukan kendaraan,” ujarnya.
Melihat antusias masyarakat begitu tinggi, ke depan bisa saja digelar kegiatan serupa sekalipun tidak pada saat momen Ramadan ini. Tetapi, ini menunggu situasi dan kondisi yang ada lantaran pandemi Covid-19 ini masih belum berakhir. Termasuk, melakukan koordinasi ke jajaran Polres Bulungan sebagai pendukung dari gerakan kegiatan ini. “Mudah–mudahan ke depan bisa kami laksanakan kembali. Koordinasi akan terus kami bangun guna menyebarkan secara virus lari ini,” tutupnya.
Sementara, Wakapolres Bulungan Kompol Muhammad Musni menilai kegiatan balap lari ini benar merupakan kegiatan yang sangat positif. Polres Bulungan tentu sangat mendukung kegiatan- kegiatan tersebut. Pengamanan pada malam pelaksanaan kegiatan menjadi perhatian penuh. Tujuannya, untuk kelancaran kegiatan. “Antusias peserta dan penonton sangat di luar prediksi (ramai), tentunya ini juga menjadi hiburan tersendiri buat masyarakat Bulungan,” ungkapnya.
Tambahnya, ke depan direncanakan bahwa akan digelar kembali kegiatan balap lari ini, mungkin bisa di tempat berbeda. Tentunya, dengan tetap melibatkan Komunitas Tjs Runners yang memotori kegiatannya tersebut. “Artinya, tak hanya di momen ini saja. Polres Bulungan memastikan bakal mendukung kegiatan balap lari ini,” ujarnya.
Di sisi lain, dengan adanya kegiatan balap lari ini, ia menyebutkan langkah ini secara tak langsung bisa menarik palaku balap liar atau bali. Mereka tidak lagi kebut–kebutan di jalan raya, melainkan menjadi bagian peserta balap lari. “Sehingga kegiatan balap liar yang meresahkan lantaran mengganggu serta membahayakan diri mereka sendiri serta orang lain dapat ditekan,” harapnya.
Ia juga mengharapkan adanya kegiatan balap lari ini menjadi wadah untuk meluapkan emosi dan jiwa balap kaula muda. Khususnya, pelaku balap liar melalui balap lari ini. “Tapi, sekali lagi kami tegaskan apabila didapati aksi balap liar, proses penilangan dan proses hukum lainnya bakal diberlakukan,” tegasnya. (***/eza)
Editor : Azwar Halim