Bahkan saat ini sekitar 78 los meja sudah siap ditempati untuk berjualan kuliner atau takjil berbuka puasa mulai besok hingga akhir Ramadan 1443 H/2022.
Penanggung Jawab Pasar Ramadan, Muhammad Rizki mengatakan, selama dua tahun tidak buka Pasar Ramadan karena masih adanya larangan untuk kegiatan yang berpotensi terjadinya kerumunan orang.
“Waktu itu kan kasus Covid-19 juga masih tinggi, makanya dilarang, dan kita pahami itu,” jelas pria yang akrab disapa Erik ini.
Kini, sambung Erik, sudah ada kebijakan pelonggaran dari pemerintah. Sehingga pihaknya bersama pedagang kuliner lainnya sepakat membuka kembali Pasar Ramadan.
“Ini juga aspirasi para pedagang kuliner, yang mengusulkan agar Pasar Ramadan kembali dibuka tahun ini,” ujarnya.
“Alhamdulillah, selain diizinkan bupati kita juga mendapatkan izin dari Satgas Covid-19,” sambung pria yang juga Ketua Asosiasi Pedagang Kaki Lima (PKL) Tepian Sungai Kayan Tanjung Selor ini.
Bahkan, Satgas dalam hal ini Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bulungan berjanji akan mengawasi protokol kesehatan (prokes) pengunjung.
“BPBD juga nanti mau membantu siapkan tempat cuci tangan, jadi pengunjung pasar Ramadan tetap wajib mentaati protokol kesehatan. Kita diawasi Satgas Covid-19 setiap hari,” bebernya.
Satgas Covid-19 juga akan membagikan masker kepada pengunjung yang tidak menggunakan masker.
“Tempat jualan kami atur sedemikian rupa. Seperti meja sisi kanan dan sisi kiri jarak dilebarkan, agar tidak terjadi kerumunan, karena lebih luas,” jelasnya.
Adapun pedagang yang berjualan di Pasar Ramadan, pedagang kuliner yang ada di Tanjung Selor, termasuk pedagang musiman.
”Kalau berjualan terpusat seperti di sini kan kelihatan tertata juga,” ujarnya, sembari mengatakan semua los jualan sudah terpenuhi sehingga tidak menerima pendaftaran lagi.
“Mudah-mudahan lah tahun ini sudah tidak ada Covid-19 lagi, biar kita bisa beraktivitas normal seperti biasa,” tutupnya.
Untuk diketahui, tampilan Pasar Ramadan tahun ini tampak berbeda dari sebelum-sebelumnya. Ini dilakukan untuk memberikan kenyamanan kepada pengunjung, terutama lampu. Sehingga pedagang bisa beraktivitas hingga malam hari pasca buka puasa. (ana)
Editor : Sopian Hadi