Kepala Bidang Perdagangan Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan Usaha Mikro Kecil Menengah (Disperindagkop dan UMKM) Bulungan, Murtinah mengatakan, Pasar Ramadan rencananya akan dibahas lebih lanjut bersama OPD terkait. “Rencananya dalam waktu dekat ini kita akan melakukan pembahasan bersama, termasuk pembahasan bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bulungan. Kami masih juga masih menunggu Pak Bupati, karena kami perlu minta arahannya dulu seperti apa,” kata Murtinah kepada Radar Kaltara, Selasa (22/3).
Disperindagkop dan UMKM Bulungan juga belum menerima pengajuan dari pelaku usaha terkait rencana membuka kegiatan ini. "Biasanya jelang Ramadan sudah ada yang mengajukan. Tetapi, sampai saat ini belum ada,” katanya.
Sebelumnya, Pasar Ramadan digelar di dua tempat. Yakni, di Lapangan Ahmad Yani dan juga area Pasar Induk, Tanjung Selor. “Tetapi saya belum tahu apakah ada usulan melalui Disparpora (Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga) Bulungan. Sebab untuk Ahmad Yani itu pengelolanya di sana,” bebernya.
Jikapun pasar Ramadan diperbolehkan, ia berupaya mendorong lokasi Pasar Ramadan nantinya berada di area pasar Induk. Sebab, ada beberapa tempat yang dinilai representatif. Misalnya, lokasi pasar malam yang tendanya sudah disiapakan, atau juga fasilitas pasar buah yang baru selesai dibangun. “Kita maksimalkan yang ada di Pasar Induk. Tetapi, tidak jarang pedagang mencari tempat yang dinilai banyak pembeli dan mudah dijangkau. Kalau misalnya nanti diperbolehkan dan ada izin, di Pasar Induk itu ada tenda kuning dan fasilitas pasar buah bisa digunakan," sebutnya.
Sementara itu, Plt Kalak BPBD Bulungan, Darmawan mengaku sudah menerima usulan dari pelaku usaha untuk Pasar Ramadan. Namun hal ini akan dibahas lebih lanjut bersama OPD teknis. "Kita tunggu saja keputusan Bupati seperti apa," ujarnya singkat. (*/jai/ash)
Editor : Azwar Halim