Kepala Bidang Pemerintahan Desa, DPMD Bulungan Suroso mengatakan, minimnya target penyelesaian batas desa jika dibandingkan pada tahun sebelumnya ini disebabkan ketersediaan anggaran yang dibidanginya terbatas.
"Tapi, semua tetap berjalan. Penyelesaian batas desa di Bulungan ini tetap menjadi prioritas. Meski, tak ditampik soal anggaran yang tersedia masih terbatas," kata Suroso kepada Radar Kaltara, Rabu (26/1).
Ia menyebutkan, tahun ini anggaran untuk program penyelesaian batas desa hanya Rp 230 juta. Dikatakan nominal tersebut menurun cukup signifikan dibandingkan tahun sebelumnya sekitar Rp 500 juta. Namun, ini wajar dikarenakan anggaran di daerah untuk program lainnya pun sama terbatasnya.
"Jadi di sini tidak hanya pada progam penyelesaian batas desa ini yang terbatas anggarannya. Program-program lainnya sebenarnya sama," ucapnya.
Namun ia memastikan penyelesaian batas desa tetap maksimal yakni dapat menyelesaikan tiga batas desa. Tetapi, bisa lebih dari jumlah itu. Ini seperti yang pernah dilakukannya selama beberapa tahun terkahir.
"Jadi target 3 ini adalah minimal. Andaipun nantinya ternyata bisa lebih dan anggaran yang tersedia masih mencukupi. Maka, target penyelesaian batas desa itu bisa saja bertambah," ungkapnya.
Alasannya, hingga saat ini batas desa di Bumi Tenguyun diakuinya masih cukup banyak yang belum terselesaikan. Meski tak disebutkan secara rinci, tapi jumlah yang belum tuntas ada puluhan desa.
"Diselesaikan secara bertahap. Intinya bagaimana setiap tahunnya ada progres yang nyata terlihat. Termasuk di tahun ini, sekalipun jumlahnya sedikit. Tetapi, tetap dapat optimal," bebernya.
Disampaikannya, penyelesaian batas desa ini tidak mudah seperti membalikkan telapak tangan. Ada beberapa faktor yang sejauh ini menjadi penyebab terhambatnya penyelesaian. Ditambah proses penyelesaian batas desa ini tidak hanya satu atau dua kali pengecekan lokasi. Tetapi, bisa berulang kali hingga ditemui titik kesepakatan antara kedua belah pihak antar desa.
"Ada namanya proses pelacakan. Nah, di situ akan didapat bukti-bukti sebagai dasar akan batas desa ini. Mudah-mudahan tahun ini sekalipun masih suasana pandemi Covid-19, target penyelesaian tak meleset. Atau bahkan bisa melampaui target," tutupnya. (dni/ana)
Editor : Azwar Halim