TANJUNG SELOR - Jelang akhir tahun, harga tiket pesawat di Tanah Air mulai mengalami kenaikan. Di Kalimantan Utara (Kaltara) terpantau kenaikan harga mendekati batas atas untuk rute tertentu.
Misalnya Tarakan-Balikpapan, pada hari-hari sebelumnya berkisar Rp 600-700 ribu. Pada situs Traveloka dan Lion Air, terpantau Rp 1.541.400 per per Senin (22/11) pukul 16.25 WITA. Artinya harga tiket pesawat rute ini nyaris menyentuh batas atas yang ditetapkan dalam Keputusan Menteri Perhubungan (Kepmenhub) Nomor 106 Tahun 2019 tentang Tarif Batas Atas Penumpang Pelayanan Kelas Ekonomi Angkatan Udara Niaga Berjadwal Dalam Negeri.
Lampiran Kepmenhub 106/2019 menyebut untuk pesawat yang bermuatan di atas 30 tempat duduk, rute Tarakan-Balikpapan dengan jarak 530 kilometer (km), batas atas harga tiketnya sebesar Rp 1.558.000 dan batas bawah Rp 545.000.
Dikonfirmasi mengenai hal ini, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kaltara, Ahmad Haerani mengatakan, saat ini pihaknya masih membahas tindak lanjut atas kenaikan harga tiket pesawat. "Kita baru mau rapat ini. Karena sebenarnya itu bukan ranah kita untuk menentukan harga tiket pesawat ini," kata Haerani saat dikonfirmasi melalui sambungan seluler, Senin (22/11).
Namun, sebagai instansi yang membidangi perhubungan, pihaknya tetap bertindak dengan merundingkan di bidang udara untuk mencari solusi atas kenaikan harga. "Sebenarnya ini di luar dari kewenangan kami. Tapi, jika nanti sudah ada solusinya akan kami sampaikan," sebut pria yang sebelumnya menjabat kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Kaltara ini.
Tentu, untuk harga tiket pesawat ini, pihaknya tetap akan mengacu pada ketentuan yang sudah ditetapkan berdasarkan Kepmenhub 106/2019. Dalam regulasi itu sudah ditetapkan batas atas dan batas bawah. "Tentu mereka (pihak maskapai) juga pasti akan mengacu pada itu (Kepmenhub 106/2019)," tuturnya.
Artinya, hukum pasar itu pasti akan berlaku sesuai dengan kondisi yang ada. Salah satunya, saat banyak permintaan, maka secara otomatis harga jenis barang tersebut juga pasti akan mengalami peningkatan atau kenaikan. "Pastinya kami sudah memikirkan untuk seperti apa solusi dari ini agar masyarakat tidak merasa terbebani dan pihak pengusaha juga tetap mendapatkan untung," ujarnya.
Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Kaltara, Peter mengatakan bahwa sebelumnya harga tiket pesawat Tarakan-Jakarta hanya mencapai angka Rp 1,1 juta. Namun saat ini angka tersebut meningkat menjadi Rp 2,4 juta. Hal ini tentu membuat pihaknya keberatan, apalagi kenaikan harga tiket pesawat ini membuat para investor mempertimbangkan untuk ke Tarakan. "Kalau pesawat mahal, ya pengusaha juga pasti berpikir untuk ke Tarakan," ucapnya.
Tak hanya itu, Peter juga menyayangkan layanan transportasi udara yang kembali menggunakan pesawat jenis ATR. "Pokoknya sekarang kita kembali ke masa lalu, pakai pesawat baling seperti pesawat Boraq dulu. Ya takutlah, apalagi jarak terbang kan lumayan jauh," kata Peter.
Untuk itu, Peter meminta kepada pemerintah dan pihak maskapai agar lebih bijak dalam pelayanan transportasi udara. Sebab transportasi udara saat ini merupakan jenis transportasi yang menjadi pilihan utama masyarakat. "Zaman susah begini kalau bisa harga pesawat bisa seperti dululah, layanan pesawatnya juga kayak dulu biar kita juga tetap bisa up," tambahnya.
KEPUTUSAN LION AIR
Airport Manager Lion Air Tarakan, Muhammad Arief mengatakan, semenjak 10 November untuk penerbangan menuju Jakarta dan akan transit ke Balikpapan akan menggunakan pesawat Wing Air. "Untuk pesawat jenis Boeing Air hanya melayani Tarakan-Makassar langsung dan Tarakan-Surabaya langsung," katanya, Senin (22/11).
Dilanjutkan Arief, hanya penerbangan yang akan transit di Balikpapan yang akan menggunakan pesawat Wing Air. Namun penerbangan dengan tujuan Jakarta dan daerah lain, bisa saja menggunakan pesawat Boeing asalkan transit melalui Makassar dan Surabaya. "Kalau dari sini menuju Balikpapan menggunakan Wing Air dan transit di sana. Setelah di Balikpapan baru menggunakan Lion Air," jelasnya.
Pihaknya tidak bisa membeberkan alasan pihak Lion Air Grup menggunakan pesawat Wing Air dengan tujuan Balikpapan. Menurut Arief, aturan tersebut merupakan aturan yang dikeluarkan manajemen Lion Air Grup. "Kalau secara detail hanya internal yang tahu. Memang cukup banyak yang gelisah, namun saya tidak begitu paham apakah yang harus dijawab. Itu merupakan murni keputusan pimpinan," beber Arief.
Dilanjutkan Arief, untuk saat ini pihaknya mendapati bahwa jumlah penumpang pesawat di Tarakan belum ada penurunan secara signifikan. Bahkan pihaknya memprediksi bahwa jumlah penumpang akan terus naik, menjelang akhir tahun nanti. Untuk saat ini jumlah penumpang masih normal.
"Untuk saat ini penerbangan Wing Air menuju Balikpapan itu dalam sehari rata-rata 4 kali penerbangan," sebutnya.
Pihaknya memastikan bahwa penerbangan Tarakan Balikpapan hingga Desember nanti, akan menggunakan Wing Air. Namun apakah ada perubahan atau tidak nanti, pihaknya akan menyerahkan kepada pimpinan Lion Air Grup. "Yang pasti sampai Desember menggunakan ATR," tutupnya. (iwk/shy/zar/lim)
Editor : Muhammad Erwinsyah