TANJUNG SELOR – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Utara (Kaltara) melalui instansi terkait kembali melanjutkan kegiatan proyek pelebaran Jalan Durian, Tanjung Selor Ibu Kota Kaltara pada tahun ini.
Pelaksana Tugas (Plt) Asisten Bidang Ekonomi dan Pembangunan Sekretariat Provinsi (Setprov) Kaltara, Taupan Madjid mengatakan, pengerjaan pelebaran infrastruktur jalan dalam kota Tanjung Selor itu untuk menyambung yang sudah dikerjakan sebagian pada tahun lalu.
“Informasi yang saya terima dari DPUPR Perkim (Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman) Kaltara itu anggarannya sekitar Rp 5 miliar sekian,” ujarnya kepada Radar Kaltara saat ditemui di Tanjung Selor, Senin (5/7).
Pria yang juga menjabat Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kaltara ini menyebutkan, lanjutan kegiatan proyek ini dilakukan untuk merampungkan pelebaran secara penuh pada sisi kanan dan kiri. “Jadi setelah ini selesai, maka Jalan Durian ini sudah full lebar. Kan yang ada saat ini masih ada sebagian yang belum dilebarkan. Nah, ini yang kita lanjutkan,” jelasnya.
Disebutkannya, jika anggaran yang ada cukup, maka kegiatan akan dilanjutkan dengan pengaspalan secara full pada badan jalan tersebut. Jadi, targetnya Jalan Durian ini beraspal mulus dan lebar. “Rencananya itu akan dilakukan pengaspalan dengan ketebalan 5 centimeter (cm),” sebutnya.
Untuk membuat perencanaan kota itu semuanya harus disiapkan terlebih dahulu. Artinya, sebelum dilakukan pembangunan, harus berkoordinasi full terlebih dahulu dengan sejumlah pihak terkait. “Misalnya seperti PDAM (Perusahaan Daerah Air Minum), apakah sudah tidak ada lagi aktivitas pemasangan pipa pada jalan tersebut. Termasuk dengan PLN, terkait pemasangan tiang listrik,” bebernya.
Setidaknya, pada pembangunan jalan itu harus disiapkan segala halnya, di antaranya seperti pembuatan utilitas khusus untuk pipa. Sehingga, tidak ada lagi penggalian aspal jalan untuk pemasangan pipa PDAM atau sejenisnya.
Untuk diketahui, panjang Jalan Durian mulai dari Jalan Kolonel Soetadji hingga Jalan Sengkawit sekitar 1,8 kilometer (km). Sementara penambahan lebarnya bervariasi, rata-rata 2 meter pada sisi kanan dan 2 meter pada sisi kiri. (iwk/eza)
Editor : Azwar Halim