Adv Balikpapan Berau Berita Kontrak Bulungan Catatan Daerah Event Film & Drama Gadget Hukum & Kriminal Kaltara Kaltim Kesehatan Lapsus Malinau Nasional Nunukan Olahraga Opini Pemerintahan Pola Hidup Politik Radar Nusantara Selebritis Tana Tidung Tarakan Teknologi Wisata & Kuliner Zodiak

BMKG: Potensi Gempa Bumi di Kaltara Itu Ada

Muhammad Erwinsyah • Jumat, 22 Januari 2021 | 11:36 WIB
bmkg-potensi-gempa-bumi-di-kaltara-itu-ada
bmkg-potensi-gempa-bumi-di-kaltara-itu-ada

TANJUNG SELOR - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Tanjung Harapan, Tanjung Selor mencatat bahwa potensi gempa bumi bisa saja terjadi di wilayah provinsi termuda di Indonesia ini. Hal ini, mengacu pada catatan sebelumnya bahwa gempa bumi dengan magnitudo di atas 5 pernah mengguncang di wilayah Kalimantan Utara (Kaltara).


Bahkan, terjadi lebih dari satu kali. Demikian dikatakan Kepala BMKG Tanjung Harapan, Muhammad Sulam Khilmi dalam wawancaranya kepada Radar Kaltara, Rabu (21/1) lalu. Hal ini dikarenakan wilayah ini terdapat sesar tektonik yang menjadi penyebab adanya suatu potensi gempa tersebut. Meski, soal frekuensinya tidak sama pada daerah lain di wilayah Indonesia. Misal, seperti di Pulau Jawa Sulawesi, atau Sumatera.


“Daerah lain ini memang sebuah daerah dengan lintasan gunung berapi dan lempengan bumi lainnya,” ungkapnya saat ditemui di ruang kerjanya


Jika di Kaltara sendiri hanya dilewati garis lempengan sesar aktif dari Maratua. Diketahui, lempengan itu membentang dari Pulau Maratua, Kabupaten Berau, Kaltim, melintasi Tana Tidung, Tarakan, Nunukan, hingga Sampoerna, Malaysia. “Jadi, dari Sesar Maratua itulah yang melintasi sejumlah wilayah di Kaltara. Tak hanya pada laut, melainkan darat pun sama dengam statusnya sampai saat ini aktif,” ujarnya.


Untuk itu, dari status yang aktif tersebut sehingga bisa saja potensi gempa akan muncul. Apalagi, saat episentrum gempa yang ada terjadi di laut. Misal, dengan kedalaman kurang dari 5-10 kilometer dari dasar laut. Lalu, berkekuatan magnitudo 7 ke atas. “Hal seperti ini maka bisa saja terjadi tsunami. Sebut saja misal titik koordinat gempa itu ada di wilayah perairan Tarakan. Artinya, di sini daerah lain di sekitarnya pun akan terdampak,” jelasnya seraya berkata di Bunyu, lalu daerah pesisir pantai Bulungan yang bisa menjadi daerah yang terdampak tsunami.


Hanya, jika dalam kejadian itu episentrum atau titik pergeseran sesar justru muncul di daratan. Yakni dengan kekuatan serta kedalaman yang sama. Maka, risiko yang ada seperti longsor, likuifaksi atau tanah bergerak. “Untuk itu, dari kami megimbau agar sejak dini mengantisipasi bencana tersebut. Ini sangat perlu untuk dilakukan guna menghindari terjadinya sesuatu hal yang tak diinginkan bersama,” tuturnya.


Di sisi lain, pihaknya juga mengharapkan masyarakat untuk dapat melakukan mitigasi atau simulasi ketika adanya bencana alam. Dengan harapan itu dapat menjadi persiapan nantinya sewaktu-waktu ada musibah. “Mudah-mudahan dengan cara itu dapat meminimalisir terjadinya korban,” tukasnya.


Sementara, sejauh ini mengenai antisipasi terhadap terjadinya suatu bencana alam. Diketahui, BPBD tingkat provinsi ataupun kabupaten dan instansi terkait lainnya sudah menyatakan suatu kewaspadaannya. Artinya, jika sewaktu–waktu terjadi musibah bencana alam, personel sudah siap turun ke lokasi dalam memberikan pertolongan. (omg/eza)


 


 

Editor : Muhammad Erwinsyah