Adv Balikpapan Berau Berita Kontrak Bulungan Catatan Daerah Event Film & Drama Gadget Hukum & Kriminal Kaltara Kaltim Kesehatan Lapsus Malinau Nasional Nunukan Olahraga Opini Pemerintahan Pola Hidup Politik Radar Nusantara Selebritis Tana Tidung Tarakan Teknologi Wisata & Kuliner Zodiak

Patah As, Truk Sawit ‘Nyungsep’

Azwar Halim • Kamis, 29 November 2018 | 12:37 WIB
patah-as-truk-sawit-nyungsep
patah-as-truk-sawit-nyungsep

TANJUNG SELOR – Lakalantas tunggal kembali terjadi di Jalan Poros Trans Kaltim-Kaltara, tepatnya di daerah tanjakan Sungai Urang, Kecamatan Tanjung Palas, Kabupaten Bulungan, sekira pukul 18.30 Wita, Selasa (28/11).


Kejadian itu bermula ketika truk bermuatan sawit sebanyak 9 ton melintas di tanjakan. Namun belum sampai di atas tanjakan truk mengalami patah as. Seketika mobil dengan pelat KU 8047 AU u termundur hingga nyungsep di sisi kanan jalan.


“Dari Tanjung Selor tidak ada masalah, tiba-tiba saja di tengah gunung, as mobil patah dan langsung melaju ke belakang,” kata Jafri (40), sopir  truk nahas kepada Radar Kaltara, Rabu (28/11).


Pria yang sudah 1 tahun menjadi sopir truk itu mengaku sudah sering kali terjadi kecelakaan di tempat yang sama karena tinggi dan berbelok-belok.


“Truk ini sengaja saya arahkan ke sisi kanan jalan, sebab kalau tidak saya arahkan ke sisi kanan jalan bisa saja mobil ini masuk ke dalam sungai,” ujarnya.


Hingga saat ini truk berwarna kuning itu belum juga dapat dipindahkan, karena masih berisi buah kelapa sawit. “Saya masih tunggu truk teman untuk melansir buah kelapa sawit ini,” sebutnya.


Meski truk mengalami ringsek pada bagian kanan, ia masih bersyukur karena dirinya dan rekannya selamat.


“Kalau mobil nanti bisa saja diperbaiki, yang terpenting sekarang ini saya dan rekanan saya baik-baik saja,” ujarnya.


Sementara itu, Kasatlantas Polres Bulungan, Iptu Nyoman Jiwa saat dikonfirmasi mengaku belum menerima laporan lakalantas tunggal tersebut.


“Tidak ada laporan yang masuk lakalantas itu,” katanya.


Apalagi menurutnya hanya lakalantas tunggal dan tidak ada korban jiwa, sehingga tidak menjadi masalah. Lain halnya jika ada korban jiwa, akan dilakukan penyelidikan.


“Kalau ada korban jiwa sudah pasti kita akan langsung dilakukan olah tempat kejadian perkara (TKP),” sebutnya.


Meski begitu, ia tetap mengimbau kepada seluruh sopir truk agar tidak membawa muatan berlebihan, apalagi di Bulungan ini masih banyak terdapat daerah tanjakan yang sangat tinggi.


“Setiap kendaraan itu kan sudah ada kapasitasnya, kalau melebihi kapasitas tentunya hal itu sudah menyalahi aturan dan berbahaya,” pungkasnya. (*/jai/ana)


 


Patah As, Truk Sawit ‘Nyungsep’


 

Editor : Azwar Halim