Adv Balikpapan Berau Berita Kontrak Bulungan Catatan Daerah Event Film & Drama Gadget Hukum & Kriminal Kaltara Kaltim Kesehatan Lapsus Malinau Nasional Nunukan Olahraga Opini Pemerintahan Pola Hidup Politik Radar Nusantara Selebritis Tana Tidung Tarakan Teknologi Wisata & Kuliner Zodiak

Penyebab Kebakaran Belum Diketahui

Azwar Halim • Kamis, 4 Oktober 2018 | 14:19 WIB
penyebab-kebakaran-belum-diketahui
penyebab-kebakaran-belum-diketahui

TANJUNG SELOR – Hingga kini Kepolisian Resor (Polres) Bulungan belum dapat memastikan penyebab kebakaran yang melanda sejumlah rumah di Jalan Azizurahman RT 002 RW 001 Desa Mengakupadi, Kecamatan Tanjung Palas Timur belum lama ini.


Dikatakan Kapolres Bulungan AKBP Muhammad Fachry melalui Kasat Reskrim Polres Bulungan AKP Gede Prasetia Adi Sasmita, untuk memastikan penyebab tersebut akan dilakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP). “Hari ini kami sudah menurunkan tim identifikasi ke TKP,” ucapnya saat dikonfirmasi, Rabu (3/10).


Olah TKP tersebut untuk mengumpulkan barang bukti dan mengetahui apakah ada unsur kesengajaan di dalam musibah tersebut atau murni musibah. “Kita lihat dulu hasil olah TKP yang dilakukan anggota, kita lihat dulu barang bukti yang dikumpulkan,” jelasnya.


Barang bukti yang ada nantinya kemudian akan dilakukan pemeriksaan lebih lanjut, sehingga didapat satu kesimpulan. “Nanti hasilnya seperti apa akan kita sampaikan lagi,” ujarnya. Namun yang jelas saat ini pihaknya akan berusaha memeriksa sejumlah barang bukti yang akan diambil dari TKP dan akan diperiksa secara laboratoris.


Dalam hal ini memang dugaan sementara penyebabnya adalah karena korsleting listrik yang terjadi pada rumah milik H.Sulardi. Di mana ia katakan rumah tersebut lebih dulu terbakar sebelum merembet ke beberapa rumah lain di sekitarnya.


“Tapi untuk memastikan itu semua kami butuh hal-hal yang menguatkan, salah satunya dengan olah TKP ini. Apakah melibatkan tim labfor, atau tidak kita tunggu hasilnya,” jelasnya mengakhiri.


Seperti yang disampaikan sebelumnya, dari keterangan yang berhasil didapatkan, memang sumber api berawal dari rumah milik H. Sulardi di RT 02 Desa Mangkupadi, Kecamatan Tanjung Palas Timur. “Kejadian sekira pukul 19.30 Wita,” ucapnya.


Berdasarkan keterangan, pada saat kejadian tidak ada kegiatan apapun di dalam rumah tersebut. Ssehingga diperkirakan kebakaran tersebut dikarenakan arus pendek listrik. “Sumber api dari atas plafon. Perkiraan sementara korsleting listrik, karena tidak ada kegiatan apapun seperti memasak dan lainnya,” ujarnya.


Lantaran minimnya alat pemadam kebakaran di wilayah tersebut, lanjutnya kemudian api cepat menjalar ke wilayah belakang rumah dan membakar gedung sarang burung. Api pun membesar dan menjalar ke rumah warga. “Warga hanya memadamkan api dengan alat seadanya saja dan dibantu pemadam milik perusahaan sawit,” sebutnya.


Setelah berupaya memadamkan api, akhirnya api baru dapat dipadamkan sekira pukul 21.50 Wita. Memang tidak ada korban jiwa yang ditimbulkan dalam musibah ini. “Ada sebanyak 7 rumah warga dan 1 bangunan sarang walet yang terbakar, ditambah 1 TPA tapi tidak habis,” sebutnya.


Saat ini, Gede menjelaskan, kepolisian setempat telah memasang police line di lokasi kejadian agar masyarakat tak dulu masuk ke area tersebut. Sebab akan dilakukan penyelidikan untuk mengetahui penyebab pasti kebakaran tersebut. “Kerugian materil diprediksi mencapai Rp 1 miliar lebih, nanti akan dilakukan olah TKP juga untuk mencari penyebabnya,” ungkapnya mengakhiri.


Minta Masyarakat Periksa Kelayakan Instalasi


Belakangan ini musibah kebakaran yang diduga karena korsleting listrik kerap terjadi. PT PLN pun meminta masyarakat untuk memperhatikan instalasi listrik di rumah masing-masing.


Manager PT PLN Rayon Tanjung Selor, Adiyoso mengungkapkan, terkait kasus kebakaran yang kerap terjadi di Bulungan, baik di wilayah kota maupun tidak, pihaknya menyarankan agar seluruh pelanggannya untuk memeriksa kelayakan instalasi rumah.


“Memang instalasi di dalam rumah merupakan tanggung jawab pelanggan, sebab tanggung jawab PLN hanya sampai kWh meter saja,” ucapnya saat dikonfirmasi, Rabu (3/10).


Dalam instalasi, memang untuk pelanggan atau penyambungan baru, pihaknya mewajibkan ada Sertifikat Laik Operasi (SLO). “SLO menjadi bukti bahwa suatu instalasi listrik sudah laik operasi, atau sudah laik diberi tegangan listrik,” sebutnya. “Selama sudah ada SLO, itu sudah bisa dikatakan baik,” timpalnya.


Untuk itu, ada hal-hal yang juga harus diperhatikan masyarakat untuk mencegah terjadinya korsleting listrik yang dapat menyebabkan musibah kebakaran. Seperti jangan mengotak-atik pembatas listirk atau MCB atau melakukan sambung langsung ke kabel PLN. “Selain melanggar aturan juga bisa menyebabkan korsleting,” ujarnya.


Selain itu, hal lain yang perlu diperhatikan ialah mencabut peralatan listrik dari stop kontak ketika ditinggal keluar. “Tak hanya itu, jangan terlalu banyak memasukkan stop kontak pada satu sumber listrik, karena berpotensi menimbulkan panas,” jelasnya.


Hal penting lainnya, periksa instalasi secara rutin atau berkala untuk mendeteksi dini hal-hal yang dapat memicu terjadinya kebakaran. “Jika ditemukan kabel yg mengelupas segera diganti,” sebutnya.


Kebakaran yang ditimbulkan oleh korsleting listrik disebabkan adanya konduktor negatif dan positif pada suatu kabel berhubungan satu sama lain. Kemudian menimbulkan hubungan pendek yang membuat arus listrik yang mengalir menjadi sangat besar dalam waktu cepat.


“Arus listrik yang sangat besar inilah yang menghasilkan suhu yang sangat tinggi dan dapat disertai dengan ledakan yang dapat membakar benda benda yang berada di sekitar,” jelasnya. (sny/eza)


Penyebab Kebakaran Belum Diketahui


 

Editor : Azwar Halim