Adv Balikpapan Berau Berita Kontrak Bulungan Catatan Daerah Event Film & Drama Gadget Hukum & Kriminal Kaltara Kaltim Kesehatan Lapsus Malinau Nasional Nunukan Olahraga Opini Pemerintahan Pola Hidup Politik Radar Nusantara Selebritis Tana Tidung Tarakan Teknologi Wisata & Kuliner Zodiak

Antrean BBM Kembali Mengular

Azwar Halim • Senin, 24 September 2018 | 10:03 WIB
antrean-bbm-kembali-mengular
antrean-bbm-kembali-mengular

TANJUNG SELOR – Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Ibu Kota Kaltara, Tanjung Selor beberapa hari terakhir kembali mengular. Hal itu berakibat pada kondisi arus lalu lintas di sekitaran SPBU macet.


Beberapa kendaraan yang mengantre mulai dari roda empat, truk, minibus, angkot hingga roda dua sebagian mengambil badan jalan. Sehingga pengendara lain yang melintas harus lebih bersabar, sembari antre secara bergantian melewati jalur di Jalan Sengkawit tersebut.


Dari pantaun awak media ini, kala itu panjang antrean yang terjadi sekira 500 meter dari lokasi SPBU. Dan itu terjadi sejak pagi hingga sore puluhan mobil terparkir menunggu giliran dari halaman dalam SPBU hingga ke persimpangan Jalan Padaelo dan Sengkawit.


Hanya saja, terkadang dari seluruh kendaraan yang mengantre harus pasrah menerima kenyataan pahit. Sebab, dalam kurun waktu sehari saja tak semuanya mendapatkan jatah BBM.


Menyikapi kondisi di lapangan itu, pihak Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kaltara dalam hal ini ikut angkat bicara. Ketua DPRD Kaltara, Marten Sablon mengatakan, bila dicermati secara langsung di lapangan. Menurutnya, kuota BBM saat ini di SPBU harus ada penambahan. Oleh karenanya, meminta pihak terkait dapat turun tangan untuk mengatasi permasalahan tersebut.


“Kami berharap kuota BBM di tambah. Mengapa? supaya hal itu dapat menunjang kelancaran kegiatan-kegiatan masyarakat yang berhubungan langsung dengan BBM di Kaltara khususnya di Tanjung Selor,’’ ungkapnya kepada Radar Kaltara, kemarin (21/9).


Lanjutnya, DPRD Kaltara pun mengaku pernah secara langsung melihat kondisi di lapangan. Dan memang didapati bahwa terdapat puluhan kendaraan yang tengah mengantre cukup panjang. Artinya, hal itu tentu ada suatu permasalahan di baliknya.


“Kalau saat itu kami prediksi memang akar dari permasalahan ada pada kuota BBM. Sehingga antrean mengular hingga nyaris sepanjang 500 meter,’’ ujarnya.


Pihaknya berharap, hal seperti ini dapat menjadi perhatian yang serius oleh pemerintah dan penyedia. Sebab, BBM ini sangat dibutuhkan masyarakat secara keseluruhan. Untuk itu, jangan sampai antara kuota yang disediakan dengan jumlah kendaraan yang ada tak sesuai.


“Kita berharap masukan ini dapat menjadi perhatian instansi terkait. Dan nantinya dapat disikapi dengan baik juga,’’ harapnya.


Kepala Ombudsman RI Perwakilan Kaltara Ibramsyah Amiruddin pun turut berkomentar. Menurutnya, penyebab antrean panjang yang terjadi lantaran jumlah SPBU di Tanjung Selor terbilang masih minim. Diketahui, jumlah SPBU di Tanjung Selor hanya ada dua.


“Saran saya jika ada investor yang hendak ataupun ingin membangun SPBU. Maka, sebaiknya itu diberikan kesempatan. Karena semakin banyak SPBU akan semakin bagus," ungkapnya.


Lanjutnya, selain penambahan SPBU kata Ibram, rerata pengendara yang antre di SPBU karena stok BBM kurang. Oleh karenanya, antrean tak dapat dihindarkan lagi kala mobil pengangkut truk Pertamina datang.


“Kalau idealnya sih ada 3-5 SPBU di Tanjung Selor. Itu jika ingin mengurai antrean panjang kendaraan,’’ katanya.


Sales Executive Retail III PT Pertamina, Imam Bukhari sebelumnya sempat menyatakan bahwa saat ini masih dalam pengkajian penambahan jumlah armada pengangkut BBM. "Iya sedang dalam proses penambahan," ungkapnya.


Untuk sementara, jumlah armada tanki yang ready sebanyak lima unit dengan kapasitas 16 kiloliter (KL) per unit. Namun, salah satu di antaranya sedang proses perbaikan lantaran mengalami kecelakaan beberapa waktu lalu.


Armada ini aktif mengangkut BBM ke Bulungan atau ke dua SPBU di Tanjung Selor dan satu SPBU Mini di Salimbatu, Tanjung Palas Tengah. "Untuk data kajian penambahan ini, kami belum bisa release karena rahasia perusahaan," jelasnya.


Lebih lanjut Imam menjelaskan, biasanya terkait keterlambatan BBM masuk ke Tanjung Selor, lantaran terkendala saat bongkar muat BBM dari kapal ke armada tanki. Dampaknya terjadi antrean panjang di SPBU lantaran jam pelayanan tidak tepat waktu. "Itu salah satu kendalanya. Teknis di lapangan," ujarnya.


Faktor lain adalah pengiriman dan pendistribusian BBM sangat bergantung pada kondisi alam. Bahkan saat tertentu alam yang ekstrem dapat menghambat secara total.


Terlebih pengiriman BBM dari Balikpapan ke Berau menggunakan kapal. Selanjutnya BBM didistribusikan ke Bulungan menggunakan mobil tanki atau jalur darat.


Infrastruktur jalan Berau-Bulungan di banyak titik justru rusak. Hal itu berdampak pada penurunan kualitas armada. "Jalanan semakin hancur membuat armada cepat rusak. Perlu ada perbaikan terus. Bahkan belum lama ini kecelakaan," imbuh dia.


Imam menambahkan, pihaknya tidak tinggal diam menyikapi berbagai kendala teknis itu proses pengiriman BBM ke Bulungan. "Tetap kerja keras untuk memenuhi kebutuhan BBM masyarakat," ungkapnya. (omg/nri)


Judsm: Antrean BBM Kembali Mengular


 

Editor : Azwar Halim