TANJUNG SELOR – Proyek pembangunan embung di Desa Tanjung Agung, Kecamatan Tanjung Palas Timur sampai saat ini terus berproses. Bahkan proyek yang dibangun oleh Direktorat Jenderal Sumber Daya Air Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (KemenPU-PR), tahun ini kembali dianggarkan Rp 15,8 miliar melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Kepala Bidang (Kabid) Pengairan dan Irigasi pada Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPUPR-Perkim) Kaltara Tri Wahyu Wibowo mengatakan, setiap tahun proyek embung dilanjutkan.
“Jadi setiap tahun anggaran untuk peroyek embung terus dianggarkan dari APBN,” ungkap Wibowo kepada Radar Kaltara, Selasa (18/9).
Kalau pembangunan tahap I yang dilaksanakan pada 2016 dialokasikan Rp 17,9 miliar, kemudian dilanjutkan tahap II pada tahap kedua kembali digelontorkan Rp 11,1 miliar.
“Tahun ini tahap ke III kembali dianggarkan dari APBN dan diharapkan tahun ini sudah dapat terselesaikan,” sebutnya.
Apalagi sejauh ini pekerja sudah menyelesaikan beberapa bagian pada tahap I dan II. “Kalau hujan pekerja tidak akan bisa bekerja,’’ ujarnya.
Meski begitu, pihaknya tetap optimistis tahun ini pembangunan embung dapat terselesaikan.
Nantinya, embung yang dibangun dengan luas genangan air sekitar 2,1 hektare tersebut selain bisa menampung air sekitar 61.430 meter kubik, bangunan itu juga dapat menampung air banjir musiman.
“Jadi embung itu nanti akan multifungsi,” kata Wibowo.
Selain membangun embung sebagai penampung sumber air baku, Pemprov Kaltara melalui DPUPR-Perkim juga membangun jaringan irigasi untuk pertanian. Di antarnya jaringan reklamasi rawa di Sepunggur, Salimbatu, dan Tanjung Buka, Kabupaten Bulungan.
Selain itu, ada juga pembangunan jaringan tata air tambak di Tanah Kuning dan beberapa lokasi lainnya di Bulungan. “Jadi ini salah satu upaya Pemprov Kaltara untuk menyejahterakan masyarakat,” terangnya. (*/jai/lim)
Editor : Azwar Halim