TANJUNG SELOR - Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kalimantan Utara (Kaltara) akan meningkatkan pengembangan dan pengelolaan potensi bidang perikanan.
Kepala DKP Kaltara, H. Amir Bakrie mengungkapkan, potensi perikanan itu seperti kepiting. Pihaknya telah menentukan lahan sebagai lokasi konservasi pengembangbiakan kepiting. “Konservasi kepiting tempatnya nanti di Tanjung Cermin,” ungkap H. Amir, Jumat (31/8).
Tanjung Cermin yang terletak tidak jauh dari Muara Bulungan itu, memiliki total luasan lahan mencapai 185 hektare (ha). Namun akan dimanfaatkan secara bertahap sekira 16 hektare terlebih dahulu. Kawasan itu menurut Amir, pertama masih belum tersentuh berupa hutan bakau yang kosong. Selanjutnya karakteristiknya sesuai dengan ekosistem kepiting.
“Karena nanti kepiting yang siap berkembang biak kita lepas bebas saja di sana. Jadi hidup seperti habitatnya. Polanya berbeda dengan tambak,” ujar dia.
Agar rencana itu terealisasi dengan baik, makanya aspek yang perlu dipersiapkan dan dikaji secara matang dengan melibatkan pihak berkompoten di bidang perikanan. “Libatkan tim ahli Universitas Borneo dan Unhas (Universitas Hasanuddin) Makassar. Ini perguruan tinggi memang sudah ada MoU dengan Pemprov Kaltara,” tegas Amir.
Yang perlu dikaji lanjut Amir adalah pola penanganan dan keamanan kawasan konservasi agar terhindar dari hal yang tidak diinginkan. “Harus ada pos penjagaan. Setidaknya di sana ada petugas yang stand by menjaga biar aman,” imbuh dia.
Lanjutnya, belum lama ini pihaknya telah turun meninjau langsung lokasi Tanjung Cermin. Tetapi saat itu tidak melibatkan tim ahli. “Mau turun lagi sekaligus dengan tim ahli. Nanti buatkan kajian apa-apa yang perlu dibangun di sana (Tanjung Cermin, Red),” sebutnya.
Pengumpulan data yang diperlukan ditargetkan rampung paling lambat akhir September nanti. Dengan data itu DKP dapat menentukan sistem pengelolaannya. “Pengelolaannya belum ditetapkan karena perlu kajian,” imbuh dia.
Bahkan Amir menilai kawasan konservasi kepiting itu bisa saja ke depannya dikelola unit terkait di BUMD. Selanjutnya ada sumbangsih untuk pendapatan asil daerah (PAD). Ia mencontohkan kesuskesan kawasan konservasi di Tawau, Malaysia. Namun yang dilakukan di sana yaitu ikan dan dilepas di sungai.
“Di sana (Tawau, Red) sudah ada 500 hektare. Dikelola per kelompok masyarakat. Dulu di sungai itu orang nangkap ikan pakai setrum. Tapi dikelola dengan baik,” pungkasnya. (isl/eza)
Pulau Cermin Dijadikan Kawasan Konservasi Kepiting
Editor : Azwar Halim