Adv Balikpapan Berau Berita Kontrak Bulungan Catatan Daerah Event Film & Drama Gadget Hukum & Kriminal Kaltara Kaltim Kesehatan Lapsus Malinau Nasional Nunukan Olahraga Opini Pemerintahan Pola Hidup Politik Radar Nusantara Selebritis Tana Tidung Tarakan Teknologi Wisata & Kuliner Zodiak

Kebutuhan Babinsa Belum Terpenuhi

Azwar Halim • Selasa, 7 Agustus 2018 | 16:14 WIB
kebutuhan-babinsa-belum-terpenuhi
kebutuhan-babinsa-belum-terpenuhi

TANJUNG SELOR - Penugasan Bintara Pembina Desa (Babinsa) TNI AD di setiap desa baru terpenuhi sekira 90 orang personel. Dandim 0903/Tsr, Letkol Inf Budi Permana mengatakan, Kodim 0903/Tsr setidaknya membutuhkan sebanyak 113 Babinsa.


Angka itu menurut Budi, masih jauh dari kata ideal mengingat wilayah hukum (wilkum) Kodim 0903/Tsr meliputi Kabupaten Bulungan dan Tana Tidung. Masing-masing, Bulungan 10 kecamatan dan Tana Tidung 5 kecamatan. Untuk Bulungan saja belum semua kecamatan memiliki Koramil sendiri.


Begitu pun Tana Tidung hanya ada Koramil Tana Lia dan Sesayap. “Seperti Tanjung Selor dan Tanjung Palas Timur saja masih gabung dengan Koramil Tanjung Palas,” ungkap Budi, Senin (6/8).


Belum lengkapnya satuan Komando Rayon Militer dan jumlah personel yang dapat ditugaskan di setiap desa ini, membuat personel babinsa merangkap wilayah tanggung jawab. “Personel yang ada saja dimaksimalkan dulu peran strategisnya di tengah masyarakat,” ujar perwira dua melati ini.


Lanjutnya, dari 90  personel tersebut, baru 69 yang memenuhi syarat untuk diangkat atau diberi amanah sebagai babinsa sesuai dengan jabatan dan aspek kepangkatan dari Mabes TNI AD. “Sisanya 21 personel bertugas sebagai babinsa berdasarkan sprint kodim karena dari aspek kepangkatan belum terpenuhi,” jelasnya.


Ideal personel TNI dapat ditugaskan sebagai babinsa minimal pangkat sersan ke atas. Namun untuk memenuhi kebutuhan dan tuntutan di lapangan yang berpangkat kopral pun menjadi Babinsa. “Kalau enggak seperti itu nanti lebih banyak desa yang kosong. Apalagi kondisi desa cukup jauh dan berjauhan di setiap kecamatan,” papar dia. “Idealnya satu kecamatan satu ramil dan setiap desa satu babinsa,” sambung Budi.


Babinsa sangat penting. Secara fungsi ia merupakan ujung tombak TNI AD dalam memberdayakan tiga pilar yaitu babinsa, babinkamtibmas dan kepala desa (kades). “24 jam ada di tengah masyarakat. Mereka lebih paham perkembangan dan kondisi di desa,” tuturnya.


Babinsa memiliki peran vital dalam menjaga stabilitas keamanan masyarakat. Khususnya yang berada di wilayah pedesaan atau perkampungan. Terlebih Bulungan dan Tana Tidung termasuk daerah yang berada di garis perbatasan. Sebab itu babinsa juga dilengkapi dengan kemampuan melakukan pembinaan terhadap masyarakat guna mengetahui dan membaca sejak dini potensi konflik yang dapat timbul dan terjadi di wilayah perdesaan.


Misalnya mencegah masuknya paham komunisme serta mempengaruhi masyarakat untuk melakukan perbuatan-perbuatan baik demi menjaga kondusifitas wilayah mereka. “Karenanya sangat ideal jika dari aspek kuantitas juga terpenuhi. Kalau soal kualitas mereka diberikan pendidikan khusus babinsa,” jelas Budi.


Upaya lain untuk memaksimalkan peran TNI AD, yaitu mendorong percepatan pembentukan Kodim Tana Tidung. Saat ini di kabupaten termuda di Kaltara itu hanya ada dua Koramil dan membawahi sekian banyak desa. “Mudahan bisa secepatnya. Lahan sudah disiapkan pemda tinggal tunggu anggarannya saja lagi. Kalau siap langsung proses pembangunan infrastruktur,” pungkasnya. (isl/eza)


Kebutuhan Babinsa Belum Terpenuhi

Editor : Azwar Halim