Olahraga balap motor perlu memang dukungan dari keberadaan arena atau sirkuit parmanen yang mumpuni dan berstandar internasional maupun nasional. Di Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) sendiri, sejauh ini hanya ada satu sirkuit yang dibangun pemerintah dengan standar nasional, lokasinya berada di Desa Bumi Rahayu Kilometer 9, Kecamatan Tanjung Selor, Kabupaten Bulungan.
SAMSUL UMARDHANY
SIRKUIT yang dibangun 2006 silam ini kerap digunakan dalam berbagai event balap motor. Sirkuit Bumi Rahayu Kilometer 9, itulah nama yang diberikan pada arena balap motor yang ada di wilayah Bulungan, nama tersebut disematkan dikarenakan keberadaannya yang masih di dalam wilayah Desa Bumi Rahayu.
Tepat pada 24 September 2011, sirkuit tersebut difungsikan secara resmi sebagai arena balap motor, Bulungan menjadi tuan rumah dalam perhelatan bertajuk Kejuaraan Daerah (Kejurda) Road Race seri ke-IV untuk wilayah Kalimantan Timur (Kaltim) saat itu.
Pebalap dari berbagai daerah di Kaltim saat itu datang untuk beradu ketangkasan dan kelihaian menunggangi kuda besi, peserta yang datang seperti dari Balikpapan, Samarinda, Tenggarong, Sanggata, Bontang, Kutai Kartanegara, Malinau, Berau, Nunukan hingga Tarakan.
Sirkuit yang dibangun dengan menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) pada era Bupati Anang Dahlan yang saat itu juga meresmikan fasilitas olahraga tersebut, kemudian pembangunan kembali dilanjutkan di era pemerintahan Bupati selanjutnya H. Budiman Arifin yang pada saat acara Kejurda Road Race seri ke-IV dirinyalah yang secara resmi membuka sekaligus pengenalan pertama kalinya kepada publik mengenai Sirkuit Bumi Rahayu tersebut.
“Sirkuit tersebut dibangun dan diresmikan Bupati Anang Dahlan dan dilanjutkan Bupati Budiman Arifin, dan kejuaraan pertama kali digunakan tingkat Kejurda Kaltim, karena saat itu Bulungan masih bagian dari Kaltim,” ujar Ketua Ikatan Motor Indonesia (IMI) Kaltara, Sulis Krisbowo saat dikonfirmasi, Rabu (21/3).
Lanjut dikatakannya, Sirkuit Bumi Rahayu adalah satu-satunya sirkuit yang ada di Kaltara dan menjadi kebanggaan masyarakat Kaltara, khususnya Bulungan. Ia katakan di pulau Kalimantan saat ini, semua provinsinya telah telah memiliki sirkuit bahkan ada yang lebih dari satu seperti Kaltim, Kalsel, Kalbar dan Kalteng.
“Hanya Kaltara yang baru satu, saya berharap pemerintah kabupaten kota ada yang mau membangunkan. Sebab keberadaan sirkuit permanen banyak membantu melahirkan pebalap muda yang berprestasi,” sebutnya.
“Di Kaltara khususnya, pebalap dari Bulungan, pada 2013 hingga 2015, dua pebalap Kaltara sampai ke tingkat Asia Telent dan pernah juara yaitu Adi Chandra dan Fery Kifli,” sambungnya.
Dari data yang berhasil dihimpun, arena Sirkuit Bumi Rahayu diklaim sebagai sirkuit terpanjang di wilayah Kaltim dan Kaltara. Memiliki panjang lintasan mencapai 1.401 meter. Dengan lebar 10 meter (pada lintasan start dan finish) dan lebar 8 meter pada body track. “Saat ini masih yang terpanjang di Kaltim-Kaltara dan sirkuit ini juga sudah masuk standarisasi nasional,” bebernya.
Berdasarkan datanya, sirkuit tersebut dibangun di atas lahan sekira 32 hektare. Serta, ditunjang dengan fasilitas Paddock permanen dan tribun utama dengan ukuran 63 x 12 meter, area parkir kendaraan roda dua seluas 75 x 50 meter dan parkir roda empat 75 x 125 meter. “Namun memang kondisi sirkuit itu kini masih kurang terawat, fasilitas yang diberikan oleh Pemkab Bulungan banyak dirusak, dicuri, maupun dicorat-coret oleh oknum yang tidak bertanggung jawab,” akunya.
Keberadaan sirkuit tersebut saat ini, telah banyak dimanfaatkan pada ajang-ajang bergensi, baik Kejurda, Kejurprov hingga Kejurnas. Hingga saat ini sudah tak terhitung lagi berapa kali pastinya event yang sudah pernah digelar.
“Yang jelas lebih dari 20 kali dari berbagai event yang ada, dalam waktu dekat juga pada 24 hingga 25 Maret ini kembali digelar Kejurnas dan Kejurprov, karena sama-sama wajib dilaksanakan, maka sekalian digelar dan untuk menghemat biaya,” pungkasnya. (***/eza)
Editor : Azwar Halim