Adv Balikpapan Berau Berita Kontrak Bulungan Catatan Daerah Event Film & Drama Gadget Hukum & Kriminal Kaltara Kaltim Kesehatan Lapsus Malinau Nasional Nunukan Olahraga Opini Pemerintahan Pola Hidup Politik Radar Nusantara Selebritis Tana Tidung Tarakan Teknologi Wisata & Kuliner Zodiak

Cekcok dengan Suami, IRT Nekat Minum Pembersih Lantai, YA WASSALAM.....

Muhammad Erwinsyah • Kamis, 22 Februari 2018 | 10:12 WIB
cekcok-dengan-suami-irt-nekat-minum-pembersih-lantai-ya-wassalam
cekcok-dengan-suami-irt-nekat-minum-pembersih-lantai-ya-wassalam

TANJUNG SELOR - Diduga karena permasalahan rumah tangga, seorang ibu rumah tangga (IRT) nekat mengakhiri hidupnya dengan meminum pembersih lantai yang terjadi di Desa Bunyu Selatan, Kecamatan Bunyu, Selasa (20/2) malam.


Dijelaskan Kapolres Bulungan AKBP Muhammad Fachry melalui Kapolsek Bunyu, AKP I Nyoman, kejadian tersebut terjadi sekira pukul 21.47 Wita. Lokasi kejadiannya di RT 12 pada sebuah indekos di Desa Bunyu Selatan. “Korbannya berinisal S, 40 tahun warga Jalan Kusuma Bangsa RT 02 RW 02, Gunung Lingkas, Tarakan Timur,” ujarnya saat dikonfirmasi, Rabu (21/2).


Lanjut dikatakannya, berdasarkan penyelidikan sementara, korban yang datang dari Tarakan, tiba di Bunyu sekira pukul 16.00 Wita pada Selasa (20/2), dengan tujuan hendak menemui suaminya, berinisial M (41) yang menempati sebuah indekos di Bunyu Selatan. “Sesampainya di kos sang suami, terjadilah cekcok antara pasangan tersebut,” sebutnya.


Kemudian M selaku suami, lanjutnya tidak ingin pertengkaran tersebut semakin membesar, kemudian akhirnya memutuskan untuk keluar dan pergi dari indekos dan menuju rumah temannya yang berada di RT 15. “S sempat menelepon dan mengancam M, bahwa ia akan bunuh diri,” ungkapnya.


Mendengar ancaman tersebut, lanjutnya, M pun langsung datang dan melaporkan perihal persoalan itu ke Polsek Bunyu sekira pukul 20.30 Wita. Tak butuh waktu lama kata dia, anggota Polsek bersama dengan M, akhirnya mendatangi indekos tersebut.


“Namun belum sampai di kosnya, dari kejauhan M melihat istrinya berlari menuju perkebunan yang ada di sekitaran kos, dengan membawa sebuah gelas pada tangan kanannya yang diduga cairan yang akan digunakan untuk bunuh diri,” urainya.


Melihat tingkah S, M pun bergegas untuk mengejar istrinya tersebut, namun kata dia, M terlambat. Korban ditemukan pada semak-semak sekira pukul 21.47 Wita dengan kondisi yang sudah tidak sadarkan diri. “Gelas yang dibawa diduga berisi cairan pembersih lantai yang saat itu kondisinya sudah kosong,” jelasnya.


“Melihat kondisinya tersebut, M pun membawa S ke Puskesmas setempat untuk mendapatkan petolongan pertama sekira pukul 22.15 Wita. Namun dokter yang menanganinya sekira pukul 22.45 Wita menyatakan S sudah meninggal dunia,” sambungnya.


Disinggung apakah penyebab utama S meninggal murni bunuh diri atau ada tindak pidana, dugaan sementara dikarenakan bunuh diri. Sebab mengingat adanya ancaman dan barang bukti yang ada berupa gelas kaca bekas cairan pembersih lantai.


“Mengenai pemicunya kami masih dalami, sebab M belum dapat kami lakukan pemeriksaan lebih lanjut karena masih dalam kondisi berduka, namun sementara pemicunya adalah masalah rumah tangga,” bebernya.


Disinggung apakah pemeriksaan akan tetap dilakukan, ia katakan tentu demikian. Pihaknya juga ingin mengetahui penyebab sebenarnya guna membuat terang kasus tersebut. “Nanti akan kami lakukan pemeriksaan. Tadi malam (20/2) mayatnya juga sudah dipulangkan ke rumah keluarganya di Tarakan,” pungkasnya. (sny/eza)

Editor : Muhammad Erwinsyah