Adv Balikpapan Berau Berita Kontrak Bulungan Catatan Daerah Event Film & Drama Gadget Hukum & Kriminal Kaltara Kaltim Kesehatan Lapsus Malinau Nasional Nunukan Olahraga Opini Pemerintahan Pola Hidup Politik Radar Nusantara Selebritis Tana Tidung Tarakan Teknologi Wisata & Kuliner Zodiak

Belajar di Youtube, Sulap Kayu Nibung Jadi Busur

Azwar Halim • Senin, 12 Februari 2018 | 09:21 WIB
belajar-di-youtube-sulap-kayu-nibung-jadi-busur
belajar-di-youtube-sulap-kayu-nibung-jadi-busur

Meski terbilang kategori orang yang berkecukupan. Heru Rachmady, warga Ibu Kota Kalimantan Utara (Kaltara), Tanjung Selor ini tak merasa jemawa. Selain aktif dalam kegiatan sosial, melalui tangan kreatifnya ia mampu menyulap kayu nibung menjadi panah tradisional. Berikut liputannya.


RACHMAD RHOMADHANI


MEMANAH mungkin masih cukup asing di telinga masyarakat. Bahkan, di Ibu Kota Kaltara sendiri, peminat olahraga ini terbilang cukup sedikit atau tidak sepopuler sepakbola. Namun, berbekal inovasi dan kreativitas di tangan Heru Rachmady. Ia menyulap sebongkah kayu nibung menjadi busur panah.


Lambat laun, olahraga ini pun mulai digemari masyarakat setempat. Bahkan, tak jarang mereka pun ikut serta meniru kreativitas pria kelahiran Tarakan, 1 November 1971 tersebut.


Heru biasa orang menyapanya mengatakan, dalam membuat satu busur panah menghabiskan waktu sekitar dua hingga tiga hari. Pasalnya, ia juga sembari bekerja sebagai tenaga ahli pada Fraksi Golkar DPRD Bulungan. Sehingga waktu yang digunakan untuk membuat cukup singkat.


“Saya membuatnya ini jika pekerjaan utama saya selesai. Itulah waktu pembuatan sepertinya cukup lama. Padahal jika focus, sehari bisa selesai,” ungkapnya kepada Radar Kaltara.


Dikatakannya juga, alasan dipilihnya kayu nibung. Heru yang merupakan alumni Universitas Abdurahman Saleh ini menjelaskan, karena kayu nibung memiliki struktur kayu yang elastis dan keras. Sehingga jika dibentuk menjadi panah, menurutnya sangat tepat. Di samping kayu itu keberadaannya tak sulit didapatkan.


“Kayu lokal sini saja, biasa kami ambil di Desa Salimbatu, Kecamatan Tanjung Palas Tengah. Dengan meminta tolong warga setempat untuk mencari,” ujarnya. “Karena kami tahu juga, kayu itu ada di rawa-rawa. Dan mencarinya harus ekstra hati-hati,” sambungnya.


Alumni SD Inpres 009 Karang Anyar, SMP Negeri 2 Tarakan dan STM Negeri Tarakan ini menceritakan, awal ia menyukai olahraga memanah ini dari ajakan rekan-rekannya. Hanya saja, ia yang sebelumnya terjun di dunia otomotif lebih mendalami olahraga memanah tersebut. Sehingga hal itulah yang membuatnya hingga kini hobi membuat panah dari bahan dasar kayu.


“Kalau kategori, ini panah tradisional. Mungkin penggunaannya hanya untuk pemula. Jika, untuk kompetisi masih belum sempurna desain ataupun syarat-syarat lainnya,” jelas ayah dari Lulu Nilatina dan Abdul Raub Robi ini.


Mengenai pembelajaran, ia mengaku selama ini hanya otodidak dan belajar melalui media sosial (medsos) Youtube. Sehingga diakuinya juga terdapat beberapa kelemahan. Namun, ia cukup bangga karena kecintaan olahraga ini tersalurkan.


“Saya tidak mau setengah-setengah dalam menjiwai sesuatu. Salah satunya memanah ini. Itulah sampai saat ini mengisi waktu kosong saya membuatnya,” beber suami Zahra ini.


Dalam hal ini, ia bersyukur rekan-rekannya menanggapinya positif. Sehingga itu membuatnya semakin termotivasi untuk lebih menyempurnakannya kembali. “Saya akan terus bereksperimen. Intinya sampai benar-benar sempurna panah tradisional ini,” angannya.


Ia berharap, ke depan akan lebih banyak lagi generasi muda yang aktif dalam olahraga memanah ini. Bahkan, diketahui saat ini ia juga dipercaya sebagai pengurus komunitas memanah di Bulungan. “Mudahanlah dengan banyaknya peminat olahraga ini dapat terus dikembangankan,” tutupnya. (***/eza)

Editor : Azwar Halim