TANJUNG SELOR – Jumlah daftar tunggu haji di Kabupaten Bulungan setiap tahun terus bertambah. Bahkan hingga tahun 2018 ini daftar tunggu sudah mencapai 18 tahun dengan jumlah pendaftar sebanyak 1.460 calon jamaah haji (CJH).
Artinya, jika mendaftar tahun ini, diperkirakan baru bisa berangkat ke Tanah Suci sekira tahun 2035 dengan catatan tidak ada perubahan kuota yang hingga saat ini masih 80 CJH ditambah cadangan 5 CJH.
Kepala Seksi Haji dan Umrah Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Bulungan Raside mengatakan, antusias umat Islam untuk naik haji masih cukup tinggi meski daftar tunggu masih cukup panjang.
Bahkan ada warga yang menyiasati antrean panjang tersebut dengan mendaftarkan anaknya yang masih berusia sekolah, yakni 12 tahun.
“Tahun 2017 lalu ada yang mendaftarkan anaknya di usia 12 tahun atas nama Nabila binti Ambo Sakka, dan itu tidak masalah,” kata Raside kala ditemui di ruang kerjanya, Selasa (9/1).
Sebab, kata dia, batas minimal usia mendaftar haji 12 tahun. Sehingga CJH asal Bunyu tersebut masih diterima untuk mendaftar haji.
“Jika melihat usia dengan kuota yang ada, dapat dipastikan dia baru dapat berangkat haji pada saat usianya 30 tahun atau tahun 2034 nanti,” jelasnya.
Terkait dengan kuota haji tahun ini, sebutnya, masih sama 80 CJH dan 5 cadangan. Saat ini nama-nama yang masuk daftar kuota tersebut sudah diserahkan ke Kantor Wilayah Kemenag Kaltara untuk selanjutnya diteruskan ke Kemenag RI.
“Saat ini kami hanya menunggu SK (surat keputusan) dari Kemenag RI soal CJH yang berangkat haji tahun ini,” jelasnya, seraya mengatakan,para CJH juga sudah menerima informasi terkait kuota yang diberikan untuk Bulungan tahun ini.
“Cuma untuk kuota cadangan itu belum pasti, yang sudah pasti yang kuota 80 CJH,” katanya.
Namun untuk pasport CJH sudah diproses di Kantor Imigrasi Tarakan.
“Kami sudah beberapa kali ke Tarakan mengurus pasport para CJH,” sebutnya.
Dia menambahkan, di bulan ini Kemenag juga akan menggelar pra manasik haji dengan mengundang semua CJH yang dipastikan berangkat tahun ini.
“Artinya untuk haji 2018 saat ini sudah berproses,” katanya.
Dia mengakui proses keberangkatan haji tahun ini lebih cepat dibandingkan tahun sebelumnya. Ini dikarenakan pemerintah pusat sangat berharap hasil pengurusan administrasi atau dokumen haji tahun 2018 bisa lebih maksimal dibandingkan tahun sebelumnya.
“Ini cepat memang instruksi langsung dari Kemenag RI,” pungkasnya.(ana)
Editor : Azwar Halim