Menurut Kepala Desa Kaliamok, Rustam Efendi, salah satu upaya pemberdayaan generasi milenial yaitu pembinaan pandai besi pembuatan kerajinan parang.
Jika di daerah lain lebih dominan para orangtua, namun di Desa Kaliamok ini justru sebaliknya, yang menjadi pengrajin parang atau mandau adalah generasi muda. “Kalau di daerah lain mungkin para orangtua yang jadi tukang pandai besi pembuat parang atau mandau, tapi di tempat kami ini dilakukan pemuda,” terang Rustam Efendi.
Sementara itu, Bupati Malinau, Wempi W Mawa SE MH sangat mengapresiasi pemerintahan desa dan generasi muda milenial Desa Kaliamok. Karena berani berkarya dan berinovasi dengan menghasilkan karya yang baik sebagai usaha pandai besi pembuat mandau atau parang.
“Pada prinsipnya, usaha apapun itu baik dilakukan sepanjang peluang pasarnya ada. Termasuk jadi tukang pandai besi pembuat parang atau mandau ini,” ujar Wempi W Mawa.
Namun Bupati, tekankan agar tetap menjaga kualitas produknya, disamping menjaga kesamaan harga dan mutu antara satu dengan yang lain dalam satu desa. Karena, jika harga sudah tidak sama atau tidak stabil dalam desa, maka akan terjadi persaingan dan diisi oleh orang lain.
“Intinya, produk harus tetap dijaga kualitasnya, harga harus sama dengan kualitas produk sama dan harga jangan terlalu tinggi tetapi jangan sampai rugi. Harus berkelanjutan,” tukas Wempi. (*/hai/har)
Editor : Sopian Hadi