Pemecahan rekor MURI tercatat dari jumlah sajian ketupat/imbiuku (bahasa Tidung) terbanyak di dunia 67.693. Catatan ketupat Tana Tidung ini melebih catatan rekor yang pernah dibuat Gorontalo dengan jumlah ketupat sekitar 51 ribu.
“67.693 ketupat ini melebihi dari jumlah yang diajukan ke MURI sebanyak 65 ribu,” kata Lutvi S Pratama, Costumer Relation Manager MURI kepada Radar Tarakan sebelum acara doa tolak bala dimulai.
Sementara Bupati Tana Tidung Ibrahim Ali menjelaskan, awalnya Pemkab Tana Tidung hanya mengharapkan MURI mencatat rekor Indonesia, namun setelah tim MURI melakukan perhitungan faktanya melebihi ekspektasi yakni dengan diberikan predikat rekor dunia.
“Artinya di dunia tidak ada yang membuat dan mengumpulkan ketupat sebanyak 67.693 selain OPD dan warga Tana Tidung,” kata Bupati.
Terlepas dari hal tersebut, Bupati mengatakan, esensi dari acara tolak bala bulan Safar ini untuk menonjolkan adat istiadat dan budaya suku Tidung.
Warga Tidung punya keyakinan di bulan Safar akan banyak bala atau malapetaka.
Karena itu, warga Tidung di Kaltara punya tradisi doa tolak bala bulan Safar yang digelar pada Rabu awal bulan Safar dan Rabu akhir bulan Safar.
“Tujuannya mengharap kepada Allah agar dijauhkan dari marabahaya dan bencana. Intinya bermunajat kepada Allah SWT,” ujarnya.
Lebih lanjut dikatakan, tolak bala Safar ini juga merupakan adat istiadat dan rutinitas warga Tidung.
Karena itu, kata Ibrahim Ali, sebagai Bupati dan juga warga Tidung sudah seharusnya memperkenalkan bahwah warga Tidung juga memiliki adat istiadat dan budaya.
Pemecahan rekor MURI ini, lanjut Bupati, sebagai tonggak awal dalam sejarah bahwa pemerintahan di kepemimpinanya berkomitmen untuk melestarikan adat dan budata Tidung.
“Rangkaian tradisi adat dan budaya ini akan kita lanjutkan lagi pada Iraw nanti yang direncanakan bulan Oktober atau awal November mendatang,” sebutnya.
Di pesta rakyat atau Iraw nanti akan ada tiga rekor baru lagi terkait dengan budaya Tidung dan Bulusu. Kedua suku tersebut merupakan komunitas terbanyak di Tana Tidung.
“Insyaallah selanjutnya ada rekor busak sarai, kumpol terbanyak dan lesung terbanyak,” ungkapnya.
“Ini komitmen kita menunjukkan khasanah adat istiadat di Tana Tidung itu ada,” sambungnya.
Karena itu, Bupati berencana mengundang Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno untuk menyaksikan Iraw di Tana Tidung.
“Nanti jika diberikan ruang dan kesempatan, saya akan persentasikan tradisi atau budaya, adat istiadat di Tana Tidung kepada Menteri Sandiaga Uno,mudah-mudahan bisa hadir,” harapnya.
Upaya tersebut dilakukan dalam rangka mempromosikan sekaligus berharap Iraw atau adat istiadat Tana Tidung bisa masuk dalam kalender pariwisata budaya nasional.
Selain Sandiaga Uno, Bupati juga berencana mengundang Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan dan Menteri BUMN Erick Thohir.
“Yang sudah pasti datang Wakil Ketua MPR RI Yandri Susanto,” tutupnya. (ana) Editor : Sopian Hadi