Adv Balikpapan Berau Berita Kontrak Bulungan Catatan Daerah Event Film & Drama Gadget Hukum & Kriminal Kaltara Kaltim Kesehatan Lapsus Malinau Nasional Nunukan Olahraga Opini Pemerintahan Pola Hidup Politik Radar Nusantara Selebritis Tana Tidung Tarakan Teknologi Wisata & Kuliner Zodiak

Angka Kelulusan Siswa SMA 100 Persen 

Radar Tarakan • Kamis, 16 Mei 2024 | 09:30 WIB

 

KP SEMUA LULUS: Kepala Disdikbud Kaltim Wilayah VI Berau Juanita Sari (kiri) bersama seorang staf sedang menunjukkan tumpukan ijazah SMA yang nantinya didistribusikan ke sekolah-sekolah.
KP SEMUA LULUS: Kepala Disdikbud Kaltim Wilayah VI Berau Juanita Sari (kiri) bersama seorang staf sedang menunjukkan tumpukan ijazah SMA yang nantinya didistribusikan ke sekolah-sekolah.

SEBANYAK 2.362 siswa jenjang SMA di Berau dinyatakan lulus 100 persen.  Capaian ini sama jika dibanding dengan angka kelulusan tahun-tahun sebelumnya.

Sistem penilaian kelulusan tahun ini berdasarkan keputusan masing-masing sekolah. Meski ada peserta didik yang berpindah sekolah, namun tidak ada yang berhenti sekolah.

“Maka dipastikan kelulusan mencapai 100 persen,” terang Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kaltim Wilayah VI Berau Juanita Sari.

Jumlah kelulusan tercatat berasal dari 20 SMA, termasuk SLB Tanjung Redeb dan SMA swasta. Terdiri dari jurusan Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) sebanyak 1.126 siswa, Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) sebanyak 1.118 siswa dan jurusan Ilmu Bahasa dan Budaya (IBB) sebanyak 118 siswa. 

Dijelaskan, sekolah masih bisa memberikan peluang kepada siswa yang nilainya masih rendah untuk memperbaiki. Menurutnya, dengan begitu peserta didik dapat meningkatkan mutu belajarnya, karena guru bisa melihat langsung proses mereka belajar.

"Angka putus sekolah jenjang SMA sangat kecil sekali di Berau. Apalagi mereka masuk sekolah sesuai zonasi. Tujuan zonasi kan mencegah itu semua," tuturnya.

Adapun penilaian kelulusan kali ini selain berdasarkan nilai ujian nasional, juga dilengkapi nilai mata pelajaran pendukung di sekolah. Karena itu, rapor masih dipakai untuk menunjang kelulusan. Bahkan, dipakai untuk mendaftar pada perguruan tinggi melalui jalur prestasi.

"Dalam hal ini nilai rapor tidak mungkin dimanipulasi, karena setelah pembagian rapor semua nilai diunggah ke Data Pokok Pendidikan (Dapodik). Dan masing-masing perguruan tinggi bisa mengecek sendiri," paparnya.

Juanita menambahkan, untuk pendaftaran peserta didik baru (PPDB) tingkat SMA/SMK sederajat akan dibuka pada Juni mendatang. Untuk saat ini pihaknya masih menyusun jadwal tersebut. Masih sama seperti tahun-tahun sebelumnya, pendaftaran tetap menggunakan sistem zonasi, kecuali SMK.

"Tentu ada evaluasi dari tahun ini. Seperti, zonasi ini bisa pindah sekolah asalkan karena sistem zonasinya tidak sesuai, dan sekolah yang dipilih lebih dekat dari lokasi rumah," tambahnya.

Masing-masing sekolah memiliki kuota dan jumlah kelas yang berbeda sesuai kapasitas. Ada yang membuka lima hingga tujuh kelas. Hal itu sudah tertuang dalam juknis PPBD yang disusun.

Dalam aplikasi PPDB juga sudah diatur kuotanya, apabila sudah penuh tentu tidak bisa lagi mendaftar. Sekolah juga tidak bisa seenaknya membuka kuota tambahan. Biasanya dalam satu kelas diisi maksimal 35 siswa.  (*/aja/ind/k8/jnr)

Editor : Azwar Halim
#berau #kaltim