FENOMENA manusia gerobak kerap bermunculan di momen bulan Ramadan. Seperti diketahui, julukan tersebut diperuntukkan bagi para warga kurang mampu yang biasanya menjadikan gerobak sebagai tempat tinggal.
Terkait ini, Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kota Balikpapan, Edy Gunawan menyebut pihaknya melakukan pemantauan terhadap fenomena ini. Di mana hal ini setiap tahun pasti jadi tradisi untuk memanfaatkan situasi di momen Ramadan.
“Yang tidak diinginkan adalah jika ini disalahgunakan pihak tertentu, dan bisa merusak wajah Balikpapan,” ujarnya.
Menurutnya, belum tentu mereka ini seperti kondisi yang diperlihatkan. Bisa jadi, sebagian mencari kesempatan dan dikendalikan oleh koordinatornya.
Di Balikpapan sendiri, kata dia, tercatat sangat banyak kaum manusia gerobak ditemui tahun lalu. Khususnya, wilayah sekitar Jalan MT Haryono.
“Saya sempat ketemu beberapa dan saya kasih, tetapi jadinya manja mereka. Tidak ingin bekerja. Kalau seperti itu bagaimana masyarakat ini mau maju secara ekonomi,” tambahnya.
Kendati begitu, ia mengakui tahun ini fenomena tersebut terus mengalami penurunan. Di mana, dibanding tahun lalu, tahun ini terlihat lebih sedikit.
Edy berkata, tingkatnya saat ini menurun hingga setengah dari jumlah tahun lalu, atau menyisakan sekitar 25 persen saja. Penyebabnya, boleh jadi karena masyarakat Balikpapan mulai sadar, dengan sering memberi uang ke manusia gerobak ini bukan membantu malah menjadikan mereka malas berusaha mencari pekerjaan.
“Beberapa tahun ini sudah berkurang tapi tetap ada. Karenanya, saya minta OPD terkait seperti Satpol PP dan Dinsos ikut ambil bagian dalam fenomena ini. Termasuk masyarakat juga ikut terlibat, artinya laporkan jika ada aneh-aneh,” tandasnya. (ms/jnr)
Editor : Azwar Halim