BALIKPAPAN – Pergerakan inflasi di Balikpapan pada awal tahun ini masih stabil. Meski ada beberapa kelompok pengeluaran yang mengalami kenaikan seperti bahan pangan, kesehatan, rekreasi, pendidikan, serta perawatan pribadi dan jasa lainnya, angka inflasi masih sesuai target. Yakni sebesar 0,36 persen (year on year/yoy).
Angka ini menunjukkan adanya kenaikan indeks harga konsumen (IHK) dari 106,09 pada Januari 2024 menjadi 106,47 pada Januari 2025. Meskipun demikian, pada periode bulan ke bulan (month to month/mtm), terjadi penurunan indeks harga yang menyebabkan deflasi sebesar 0,64 persen.
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Balikpapan Marinda Dama mengatakan, perkembangan harga berbagai komoditas di Balikpapan pada Januari 2025 secara umum mengalami kenaikan dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
"Kenaikan inflasi ini dipengaruhi harga sejumlah komoditas seperti beras, emas perhiasan, daging ayam ras, hingga sayuran seperti cabai rawit dan sawi hijau," bebernya, Senin (3/2).
Selain itu, Marinda juga menyoroti komoditas-komoditas yang memberikan kontribusi terbesar terhadap deflasi secara bulanan, seperti tarif listrik, angkutan udara, dan harga bawang merah.
Perubahan tarif listrik yang turun dan harga bahan pangan tertentu yang mengalami penurunan cukup signifikan, seperti tomat dan bawang merah turut berperan dalam menekan inflasi pada Januari 2025.
Marinda mengatakan, kenaikan harga yang terpantau pada Januari 2025 terutama berasal dari kelompok pengeluaran makanan, minuman, dan tembakau yang mencatatkan inflasi sebesar 4,39 persen dibandingkan tahun lalu.
Kelompok lain yang juga mengalami kenaikan harga adalah kelompok kesehatan, rekreasi, pendidikan, serta perawatan pribadi dan jasa lainnya.
Namun, kelompok pengeluaran yang mengalami deflasi yoy antara lain kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga yang mengalami penurunan signifikan sebesar 8,10 persen.
Penurunan harga pada kelompok transportasi dan perlengkapan rumah tangga juga turut membantu penurunan angka inflasi secara keseluruhan.
"Secara keseluruhan, meskipun ada beberapa komoditas yang harganya naik, beberapa kelompok pengeluaran seperti listrik dan bahan bakar rumah tangga justru mengalami penurunan, sehingga menjaga kestabilan inflasi pada tingkat yang rendah," sebut Marinda.
Mengenai dampaknya terhadap daya beli masyarakat, Marinda menekankan bahwa inflasi yang terkendali pada Januari 2025 dapat membantu menjaga stabilitas perekonomian di Balikpapan.
"Meskipun terjadi beberapa kenaikan harga pada komoditas tertentu, namun dengan adanya deflasi pada beberapa komoditas utama, secara umum inflasi tetap berada pada level yang terjaga," tambahnya. (ndu/jnr)
Editor : Azwar Halim