Adv Balikpapan Berau Berita Kontrak Bulungan Catatan Daerah Event Film & Drama Gadget Hukum & Kriminal Kaltara Kaltim Kesehatan Lapsus Malinau Nasional Nunukan Olahraga Opini Pemerintahan Pola Hidup Politik Radar Nusantara Selebritis Tana Tidung Tarakan Teknologi Wisata & Kuliner Zodiak

Siang Hari Balikpapan Dihuni hingga 1,2 Juta Jiwa, Bersiap, Ada Pendataan bagi Pendatang

Radar Tarakan • Sabtu, 1 Februari 2025 | 13:00 WIB

 

ANGGI PRADITHA/KP PERLU DATA VALID: Disdukcapil Balikpapan mempersiapkan pendataan bagi penduduk nonpermanen. Sebab jumlah penduduk yang tercatat secara administrasi jauh berbeda dengan total secara f
ANGGI PRADITHA/KP PERLU DATA VALID: Disdukcapil Balikpapan mempersiapkan pendataan bagi penduduk nonpermanen. Sebab jumlah penduduk yang tercatat secara administrasi jauh berbeda dengan total secara f

BALIKPAPAN - Sejak penetapan IKN di Kalimantan Timur pada 2019, Balikpapan semakin padat. Tak sedikit pendatang atau penduduk nonpermanen yang beredar di Kota Beriman. 

Bahkan Badan Pusat Statistik (BPS) memprediksi Balikpapan dihuni 1,2 juta orang pada siang hari. Sehingga Disdukcapil Balikpapan mempersiapkan pendataan bagi penduduk nonpermanen.

Masalahnya jumlah penduduk yang tercatat administrasi jauh berbeda dengan total jumlah penduduk secara fakta.

“Pendataan ini untuk mengetahui angka riil jumlah penduduk di Balikpapan,” kata Kepala Disdukcapil Balikpapan Tirta Dewi.

Saat ini, Disdukcapil masih dalam persiapan menyempurnakan aplikasi pendataan tersebut. “Kami sedang rancang sarana prasarana dan semoga bisa rampung tahun ini,” sebutnya.

Tirta menjelaskan, jumlah penduduk riil ini untuk memenuhi data administrasi penduduk yang darurat. Sebab semua data akan berdampak pada berbagai perencanaan pembangunan.

Contohnya ketika Pemkot Balikpapan berencana membangun sekolah baru sesuai kebutuhan zonasi membutuhkan data dari Disdukcapil.

“Sementara alamat di KTP kadang tidak tinggal sesuai data penduduk,” imbuhnya.

Apabila sebaran penduduk sesuai data sudah akurat, Disdukcapil bisa melihat daerah mana yang masih perlu pembangunan sekolah. Itu sesuai data penduduk usia sekolah di setiap kecamatan.

“Masalah kecil tapi sangat berpengaruh,” tuturnya. Misalnya terlihat secara fakta kepadatan penduduk terjadi berada di Balikpapan Utara.

Namun ternyata secara administrasi tercatat sebagai penduduk Balikpapan Kota. “Bagaimana pun ini sudah menjadi dinamika pelayanan,” imbuhnya.

Dia berharap, nantinya ada bertemu formula terbaik. Salah satunya dengan mendata penduduk pendatang atau nonpermanen.

Semua agar perencanaan pembangunan dan pelayanan publik bisa berjalan dengan tepat. Baik infrastruktur pendidikan, transportasi, dan sebagainya. Cukup melihat dari data penduduk. (ms/jnr)

Editor : Azwar Halim
#IKN #bps #kaltim #balikpapan