BALIKPAPAN - Kondisi ketenagakerjaan di Balikpapan per Agustus 2024 yang bekerja dengan latar belakang pendidikan di bawah, maupun tingkat pendidikan SMA/SMK/sederajat mengalami peningkatan.
Namun, secara berlawanan, jumlah penduduk yang bekerja dengan pendidikan tinggi, diploma ke atas menunjukkan penurunan.
Dibeberkan oleh Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Balikpapan Marinda Dama Prianto, pada Agustus 2024, terdapat 93.958 orang penduduk yang bekerja dengan latar belakang pendidikan di bawah SMA/SMK/sederajat, yang mencakup sekitar 27,31 persen dari total penduduk bekerja.
Sementara itu, penduduk yang bekerja dengan pendidikan tingkat SMA/SMK/sederajat tercatat sebanyak 179.679 orang (52,24 persen). Sedangkan untuk penduduk dengan pendidikan tinggi, diploma ke atas sebanyak 70.331 orang (20,45 persen).
“Jika dibandingkan dengan data Agustus 2023, penduduk yang bekerja dengan tingkat pendidikan SMA/SMK/sederajat dan di bawahnya mengalami peningkatan. Namun, ada penurunan pada penduduk yang bekerja dengan pendidikan tinggi. Hal ini mungkin mencerminkan beberapa perubahan struktural dalam pasar kerja,” ujar Marinda, Kamis (19/12).
Fenomena ini, menurut Marinda, dapat disebabkan oleh berbagai faktor, termasuk perubahan permintaan pasar kerja, ketidakmampuan lulusan perguruan tinggi untuk memasuki pasar kerja dengan gaji yang sesuai dengan harapan, atau mungkin juga adanya kesenjangan antara keterampilan yang dibutuhkan oleh industri dengan keterampilan yang dimiliki oleh lulusan perguruan tinggi.
Lebih lanjut, laporan BPS Balikpapan menunjukkan bahwa jumlah penduduk usia kerja pada Agustus 2024 tercatat sebanyak 549.120 orang. Angka ini menunjukkan kenaikan yang signifikan dibandingkan Agustus 2023, dengan tambahan 8.166 orang, serta naik sebanyak 46.581 orang dibandingkan Agustus 2022.
Penduduk usia kerja sendiri mencakup mereka yang berusia 15 tahun ke atas, yang merupakan kelompok potensial untuk berpartisipasi dalam angkatan kerja.
Komposisi angkatan kerja di Balikpapan pada Agustus 2024 terdiri dari 343.968 orang yang bekerja dan 22.823 orang yang menganggur.
Marinda mengungkapkan, bahwa angka ini menunjukkan adanya peningkatan yang cukup signifikan dalam jumlah angkatan kerja, dibandingkan dengan tahun sebelumnya, yang tercatat sebanyak 23.407 orang.
Begitu pun, Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) Balikpapan pada Agustus 2024 mencapai 66,80 persen, mengalami peningkatan sebesar 3,32 persen dibandingkan dengan Agustus 2023.
TPAK ini menunjukkan persentase angkatan kerja yang terdiri dari penduduk yang bekerja dan pengangguran terhadap jumlah penduduk usia kerja.
Namun, meskipun TPAK meningkat, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di Balikpapan mengalami sedikit peningkatan.
Pada Agustus 2024, TPT tercatat sebesar 6,22 persen, naik sedikit dari angka 6,09 persen yang tercatat pada Agustus 2023. Angka ini menunjukkan bahwa dari setiap 100 orang angkatan kerja, sekitar 6 hingga 7 orang masih berstatus pengangguran.
“Meski ada peningkatan TPAK yang menggembirakan, namun TPT juga sedikit meningkat. Ini menunjukkan adanya tantangan dalam menyerap tenaga kerja di beberapa sektor, terutama sektor-sektor yang memerlukan keterampilan tinggi,” kata Marinda.
Dari 343.968 orang yang bekerja di Balikpapan pada Agustus 2024, sektor jasa menjadi sektor dominan dengan jumlah pekerja mencapai 70,66 persen. Sedangkan, sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan hanya menyumbang 3,02 persen.
Sektor pertambangan dan penggalian, industri pengolahan, serta konstruksi berkontribusi sebesar 26,32 persen terhadap lapangan pekerjaan di Balikpapan.
Jika dianalisis berdasarkan jenis kelamin, sektor jasa juga mendominasi lapangan pekerjaan baik untuk laki-laki maupun perempuan.
Pekerja laki-laki yang bekerja di sektor jasa tercatat sebanyak 130.614 orang (61,76 persen), sementara pekerja perempuan di sektor yang sama mencapai 112.443 orang (84,87 persen).
Namun, sektor manufaktur menunjukkan ketimpangan yang cukup besar, di mana pekerja laki-laki yang terlibat di sektor tersebut jauh lebih banyak dibandingkan perempuan.
Secara keseluruhan, status pekerjaan yang paling banyak ditemukan di Balikpapan adalah sebagai buruh, karyawan, atau pegawai, dengan jumlah mencapai 212.437 orang (61,76 persen).
Baca Juga: Menteri ATR/BPN Tinjau Program PTSL di Kota Balikpapan
Status pekerjaan kedua terbanyak adalah mereka yang berusaha sendiri, sebanyak 70.499 orang (20,50 persen). Selain itu, ada juga pekerja yang berstatus sebagai pekerja keluarga yang tidak dibayar sebanyak 20.862 orang (6,06 persen).
“Pekerja dengan status sebagai buruh atau karyawan masih menjadi kategori pekerjaan yang paling dominan di Balikpapan. Ini mengindikasikan bahwa sektor formal masih menjadi pilihan utama bagi penduduk yang bekerja,” sebutnya. (rdh/jnr)
Editor : Azwar Halim