0 Kaltara Adv Balikpapan Berau Berita Kontrak Bulungan Catatan Daerah Event Film & Drama Gadget Hukum & Kriminal Kaltim Kesehatan Lapsus Malinau Nasional Nunukan Olahraga Opini Pemerintahan Pola Hidup Politik Radar Nusantara Selebritis Tana Tidung Tarakan Teknologi Wisata & Kuliner Zodiak

Bandara Nusantara Masih Sebatas untuk Penerbangan Niaga Tak Berjadwal, Belum Ada Komunikasi dari Maskapai untuk Buka Rute 

Radar Tarakan • Rabu, 30 Oktober 2024 | 10:30 WIB

 

Photo
Photo

BALIKPAPAN - Bandara Internasional Nusantara di Ibu Kota Nusantara (IKN) sudah mulai beroperasi pada bulan ini. Akan tetapi bandara tersebut hanya bisa melayani penerbangan niaga tidak berjadwal.

Sedangkan untuk dapat melayani penerbangan niaga berjadwal bagi masyarakat umum secara luas, diperlukan perubahan status. Status tersebut adalah dari bandara untuk VVIP atau Very-Very Important Person, menjadi bandara umum.

Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Jenderal (Dirjen) Perhubungan Udara (Hubud) Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Lukman F Laisa mengungkapkan sejauh ini hanya terdapat beberapa pengajuan permohonan penerbangan niaga tidak berjadwal.

“Misalnya permohonan penerbangan niaga tidak berjadwal dari PSSI (Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia),” katanya kepada Kaltim Post, Minggu (27/10) kemarin.

Sebagai informasi, bandara yang di-groundbreaking atau dilaksanakan peletakan batu pertama pembangunan sejak 1 November 2023 ini, sudah melayani penerbangan pesawat berbadan besar.

Yaitu pesawat kepresidenan Boeing Business Jet 737-800 yang mendarat dengan mulus pada runway atau landasan pacu di Bandara Internasional Nusantara sepanjang 2.202 meter pada 11 Oktober 2024.

Sebelumnya dilakukan serangkaian uji coba pendaratan sejak akhir September hingga awal Oktober 2024. 

Pria yang menjabat sebagai Sekretaris Direktorat Jenderal (Ditjen) Perhubungan Udara (Hubud) Kemenhub ini juga menerangkan terkait dengan perubahan status Bandara Internasional Nusantara menjadi bandara umum.

“Saat ini masih dalam proses pembahasan antar Kementerian/Lembaga. Dan diprakarsai oleh Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) dan Kementerian Sekretariat Negara (Kemensetneg),” ungkap pria kelahiran Gorontalo, 6 Maret 1968 ini. 

Mantan Direktur Bandar Udara Kemenhub sejak November 2023 hingga September 2024 ini juga menuturkan bahwa belum ada maskapai penerbangan yang berkomunikasi untuk melayani penerbangan menuju bandara penunjang IKN layaknya di Bandara SAMS Sepinggan di Balikpapan maupun Bandara APT Pranoto di Samarinda.

“Bahwa sampai dengan saat ini belum ada maskapai yang membangun komunikasi secara resmi untuk membuka rute penerbangan niaga berjadwal di Bandar Udara Internasional Nusantara,” pungkas Lukman F Laisa. (kpg/jnr)

Editor : Azwar Halim
#Bandara Nusantara #IKN #penerbangan #balikpapan