BALIKPAPAN - Bangkai paus sperma dengan berat kurang lebih empat ton dipotong menjadi beberapa bagian untuk memudahkan evakuasi.
Bagian yang sudah membusuk tidak dapat dievakuasi dan akan dikubur, sementara bagian perut yang mengalami pembusukan dibakar hingga menjadi abu.
“Bangkai paus sudah dievakuasi dan beberapa bagian dibakar,” ujar Kasi Humas Polresta Balikpapan, Ipda Sangidun, Jumat (4/10).
Satuan tugas gabungan mengupayakan pembakaran bagian tubuh paus yang telah membusuk guna menghindari pencemaran lebih lanjut. Pembakaran menggunakan kayu dan karet ban sebagai media api.
Pembakaran dilakukan malam hari agar sisa bangkai menjadi arang dan debu, kemudian akan disiram dengan pasir agar saat air pasang. Sisa-sisa tersebut terbawa ke laut secara alami.
Tim gabungan dari Ditpolairud Polda Kaltim, Polresta Balikpapan, Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA), Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) KBalikpapan, serta Balai Pengelolaan Sumber Daya Pesisir dan Laut (BSPL) Pontianak bekerja sama untuk melancarkan kegiatan.
Penanganan paus terdampar terbagi menjadi tiga opsi: dikubur di darat, ditenggelamkan, atau dibakar di lokasi terdampar.
Selama proses evakuasi dan pembakaran, dikerahkan dua unit alat berat serta puluhan personel gabungan yang menggunakan alat pelindung diri (APD) untuk mencegah kontaminasi dari bangkai paus tersebut.
“Berkat kerja sama yang solid, proses ini dapat diselesaikan dengan baik,” ungkapnya.
Diketahui, paus sperma ini terdampar sekitar perairan Pantai Teritip, Balikpapan Timur, Kamis (26/9) lalu.
Paus lalu mati lemas pada Jumat (27/9). Paus berukuran panjang kurang lebih 15 meter ini terjebak di dasar perairan dangkal dan tidak dapat kembali ke laut lepas. (ms/jnr)
Editor : Azwar Halim