BALIKPAPAN - Tingkat kepuasan masyarakat terhadap kerja Kementerian Perhubungan (Kemenhub) berkaitan dengan Ibu Kota Nusantara (IKN) masih relatif rendah.
Dari hasil Survei Indikator Politik Indonesia berkaitan dengan kerja Kemenhub, dalam mendukung perpindahan ibu kota negara ke IKN, hanya 48,8 persen masyarakat yang merasa puas. Sementara 51,1 persen merasa biasa saja, kurang puas, hingga tidak menjawab.
Pelaksanaan survei secara nasional itu dalam kegiatan Evaluasi Publik Atas Kinerja Sektor Transportasi Umum Dan Perhubungan Pemerintahan Jokowi.
Dengan temuan survei nasional pada 30 Agustus sampai 6 September 2024. Di mana populasi survei ini melibatkan seluruh warga negara Indonesia yang memiliki hak pilih dalam pemilihan umum (pemilu), yakni telah berusia 17 tahun atau lebih, atau sudah menikah ketika survei dilakukan.
Penarikan sampel menggunakan metode multistage random sampling, dengan jumlah sampel basis sebanyak 1.200 orang.
Over sample dilakukan di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek) menjadi 400 sampel. Sehingga total sampel sebanyak 1.450 responden.
Di mana sampel berasal dari seluruh provinsi di Indonesia yang terdistribusi secara proporsional. Responden terpilih diwawancarai lewat tatap muka oleh pewawancara yang telah dilatih.
Dan salah satu dari 14 pertanyaan mengenai kerja Kemenhub adalah mendukung perpindahan ibu kota negara ke IKN. Dalam hal ini menyediakan sarana dan prasaran transportasi di dan menuju IKN.
“Yang agak kecil di bawah 50 persen, mendukung mendukung perpindahan ibu kota negara ke IKN. Mungkin masyarakat mintanya lebih tinggi lagi. Atau banyak yang menjawab Tidak Tahu/Tidak Jawab. Karena tidak tahu persis,” kata Prof. Burhanuddin Muhtadi, Founder dan Peneliti Utama Indikator Politik Indonesia dalam Rilis Temuan Survei Nasional Evaluasi Publik Atas Kinerja Sektor Transportasi Umum Dan Perhubungan Pemerintahan Jokowi, secara daring, Rabu (2/10).
Rendahnya tingkat kepuasan terhadap kinerja Kemenhub adalah mendukung perpindahan ibu kota negara ke IKN, menurutnya sekaligus menjadi masukan buat pemerintah. Dalam hal menyampaikan hasil kerjanya kepada masyarakat.
“Apa yang dilakukan, kalau tidak dikomunikasikan secara baik, masyarakat tidak tahu. Setahu saya, ada banyak kontribusi Kemenhub dalam melakukan percepatan di IKN. Dalam mendukung agenda pemerintahan untuk mewujudkan IKN. Tapi disini yang mengatakan puas atau sangat puas totalnya 48,8 persen. Jadi artinya banyak yang belum terekspos apa yang sudah dilakukan,” pungkasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Adita Irawati Juru Bicara Kemenhub mengatakan hasil survei tersebut menjadi bagian dari perbaikan dari Kemenhub. Dalam hal kerja Kemenhub untuk pemerintahan selanjutnya.
“Itu semua akan menjadi bahan masukan dan rujukan untuk evaluasi bersama di internal Kemenhub, dan pastinya juga bisa menjadi masukan bagi pemerintahan selanjutnya,” responnya. (kip/jnr)
Editor : Azwar Halim