BALIKPAPAN - Pembangunan infrastruktur dasar di Ibu Kota Nusantara (IKN) akan selesai secara perlahan. Terutama sejumlah infrastruktur yang masuk dalam batch I, dan dikerjakan sejak tahun 2022.
Diharapkan bisa tuntas pada bulan Oktober, dan segera diresmikan Presiden Joko Widodo. Sebelum masa jabatannya berakhir pada 20 Oktober 2024. .
Ketua Satuan Tugas (Satgas) Pembangunan Infrastruktur IKN Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Danis Hidayat Sumadilaga mengungkapkan secara kontraktual, sejumlah proyek kegiatan yang masuk dalam Batch I akan berakhir pada akhir Oktober atau November nanti.
Di mana, pekerjaan fisik Batch I yang terdiri dari 40 paket, seperti Kawasan Istana Presiden meliputi Istana Negara, Lapangan Upacara, Kantor Presiden (Istana Garuda), Serta Sekretariat Presiden dan Bangunan Pendukung, Kementerian Sekretariat Negara (Setneg), 4 Kantor Kementerian Koordinator (Kemenko), Rumah Tapak Jabatan Menteri (RTJM), tower Hunian ASN dan Hankam, Bendungan Sepaku Semoi dan Intake Sepaku, lalu Jalan Sumbu Kebangsaan Sisi Barat dan Timur, serta jalan Tol IKN.
“Kita harapkan mudah-mudahan Istana (Negara), kawasan Istana (Negara) itu Oktober ini bisa dapat diresmikan,” katanya dalam kanal RRI IKN, Senin (30/9).
Untuk diketahui, sudah ada infrastruktur dasar yang masuk dalam batch I yang telah diresmikan sebelumnya oleh Presiden Joko Widodo. Yakni Bendungan Sepaku Semoi yang diresmikan pada 4 Juni 2024.
Teranyar adalah Plaza Seremoni Sumbu Kebangsaan pada 14 Agustus 2024. Mantan Direktur Jenderal (Dirjen) Cipta Karya Kementerian PUPR ini, juga menjabarkan progres pembangunan infrastruktur dasar di IKN.
Untuk batch 1 telah mencapai 93,9 persen, lalu batch II dengan jumlah 31 paket kegiatan fisik sudah mencapai 63 persen. Dan batch III dengan jumlah paket kegiatan sebanyak 25 kegiatan telah mencapai 16 persen.
“Batch II dan batch III itu pembangunan yang baru dimulai sekitar 2023 akhir. Jadi kurang lebih baru setahun. Kalau batch 1 itu yang sudah lebih dari 2 tahun sejak tahun 2022,” ujar Danis Hidayat Sumadilaga.
Dia juga mencontohkan kegiatan yang masuk dalam batch 2 itu adalah Hunian ASN. Kemudian Jalan Tol IKN yang berada di wilayah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) meliputi Seksi 5B, 6A, dan 6B, pembangunan Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST), dan juga Instalasi Pengolahan Air Limbah.
Termasuk dengan Bandara VVIP IKN (Bandara Internasional Nusantara) yang sudah dilakukan uji coba pendaratan pesawat kepresidenan pada Selasa (24/9) lalu.
“Kalau batch III itu misalnya yang paling menonjol itu Istana Wakil Presiden (Wapres). Kemudian Masjid Negara, dan juga ada yang berhubungan dengan Hunian Pekerja Konstruksi tahap 2,” jelasnya.
Sementara itu, untuk Hunian ASN juga diharapkan bisa diselesaikan secara bertahap. Hingga akhir Desember atau awal Januari bisa terselesaikan 47 apartemen itu.
Di mana masing-masing tower terdiri dari 12 lantai. Dan setiap lantainya, ada 5 unit apartemen. Sehingga dalam satu tower, ada sebanyak 60 unit apartemen.
Jika dijumlahkan sebanyak 47 tower, hampir ada 2.800 unit apartemen di Hunian ASN yang siap digunakan.
Di mana, masing-masing unit apartemen itu terdiri dari 3 kamar. “Nanti kalau misalnya keluarga mau menggunakan, dapat 1 unit. Kalau bujangan ya bisa bertiga. Itu bisa sharing,” jelasnya.
Pun demikian, dengan Kantor Kemenko. Masing-masing Kantor Kemenko memiliki 4 tower. Sehingga berjumlah 16 tower. Saat ini, secara bertahap beberapa bangunan kantor sudah diselesaikan.
Di mana bangunan Kantor Kemenko 1 hingga Kemenko 4 juga ditargetkan selesai pada akhir Desember 2024.
“Untuk Kantor Kemenko di lantai 1 dan lantai 2 sudah bisa digunakan. Yang pasti misalnya air sudah, akses sudah lebih mudah, internet sudah ada. Jadi sudah kalau untuk mulai bekerja tahap awal sudah bisa dilakukan. Nanti kantor-kantor kemenko itu kan mengakomodir juga kementerian-kementerian. Istilahnya kantor berbagi atau sharing office. Bisa digunakan sama-sama. Dari lantai 1 sampai lantai 4,” pungkas dia. (kip/jnr)
Editor : Azwar Halim