Adv Balikpapan Berau Berita Kontrak Bulungan Catatan Daerah Event Film & Drama Gadget Hukum & Kriminal Kaltara Kaltim Kesehatan Lapsus Malinau Nasional Nunukan Olahraga Opini Pemerintahan Pola Hidup Politik Radar Nusantara Selebritis Tana Tidung Tarakan Teknologi Wisata & Kuliner Zodiak

Presiden Beri Arahan ke Pejabat TNI dan Polri se-Indonesia di IKN, Minta Jaga Stabilitas Transisi Pemerintahan dan Netralitas Pilkada                 

Radar Tarakan • Sabtu, 14 September 2024 | 10:00 WIB

 

RIKIP/KP ATENSI 2 HAL :  Presiden Joko Widodo akan memberikan pengarahan terkait dengan transisi pemerintahan dan netralitas kepada pejabat TNI-Polri di Istana Negara IKN, Kecamatan Sepaku, Kabupaten
RIKIP/KP ATENSI 2 HAL :  Presiden Joko Widodo akan memberikan pengarahan terkait dengan transisi pemerintahan dan netralitas kepada pejabat TNI-Polri di Istana Negara IKN, Kecamatan Sepaku, Kabupaten

BALIKPAPAN - Presiden Joko Widodo memulai kembali kegiatan berkantor di Ibu Kota Nusantara (IKN), pada Kamis (12/9) siang.

Agenda awal Presiden Joko Widodo akan memberikan pengarahan kepada pejabat TNI-Polri di Istana Negara IKN, Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU).

Ribuan pejabat tinggi maupun pejabat menengah dari 3 matra TNI dan Polri sudah berkumpul di Ruang Pertemuan Istana Negara sejak pukul 13.00 Wita.

Presiden Joko Widodo tiba di Ruang Pertemuan Istana Negara sekira pukul 12.55 Wita. Didampingi Menteri Pertahanan sekaligus Presiden Terpilih Prabowo Subianto.

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Pratikno, Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan HAM (Menko Polhukam) Hadi Tjahjanto, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) sekaligus Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Otorita IKN Mochamad Basuki Hadimuljono, serta Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto beserta Kapolri Jenderal Sigit Listyo Prabowo.

Kepala Staf TNI AD Jenderal Maruli Simanjuntak, Kepala Staf TNI AL Marsekal TNI Muhammad Ali, serta Kepala TNI AU Marsekal TNI Muhammad Tommy Haryono.

Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto menyampaikan ada sebanyak 1.094 orang pejabat TNI dan Polri yang hadir dalam kegiatan pengarahan di Istana Negara IKN tersebut.

Anggota TNI dan Polri yang hadir mengikuti pengarahan Bapak Presiden adalah seluruh panglima, komandan, dan kepala di jajaran TNI dan Polri. Sampai dengan tingkat Kodim dan Polres se-Indonesia.

Dalam pengarahan tersebut, Presiden Joko Widodo menekan dua hal besar yang akan dihadapi pada bulan depan. Yakni pelantikan Presiden dan Wakil Presiden Terpilih, Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka pada 20 Oktober 2024.

Kemudian pelaksanaan pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentak tahun 2024, pada 27 November 2024.

Yang pertama kali dilaksanakan di Indonesia. “Utamanya dua hal itu. Menjelang pelantikan presiden dan wakil presiden terpilih. Yang kedua soal pilkada serentak di bulan November. Saya tadi sudah menyampaikan agar dijaga stabilitas politik dan sosial. Supaya semua berjalan dengan baik lancar aman. Saya rasa tekanannya di dua hal ini,” kata Presiden Joko Widodo di hadapan awak media, usai pengarahan tersebut.

Dalam pengarahan yang dihadiri oleh perwira menengah dan perwira tinggi wilayah di provinsi, maupun kabupaten/kota se-Indonesia, Presiden Joko Widodo meminta TNI dan Polri harus betul betul menjaga stabilitas.

Yang disebutnya sudah terjaga sampai saat ini. Sehingga hal-hal kecil yang terjadi, harus segera selesaikan segera dan secepatnya. Jangan menjadi persoalan yang membesar.

“Saya minta TNI dan Polri menjaga betul stabilitas. Mendukung penuh transisi pemerintahan agar mulus. Pemerintahan yang saya pimpin akan dilanjutkan oleh Pemerintahan yang baru yang dipimpin oleh Jenderal (Purn) Prabowo Subianto. Pastikan proses transisi ini berjalan dengan baik.  Jangan sampai ada riak-riak yang berpotensi mengganggu,” pesan.

Selain itu, TNI dan Polri juga diminta untuk mendukung penuh penyelenggaraan pilkada serentak tahun 2024. “Dan menjaga netralitas serta menjaga situasi agar tetap kondusif,” imbuhnya.

Arahan terakhir dari Presiden Joko Widodo adalah meminta TNI dan Polri agar bisa menjadi institusi yang pertama, bagi perempuan dan anak dalam mencari perlindungan.

Di mana dalam pikiran perempuan dan anak, jika ingin meminta perlindungan adalah berada di TNI dan Polri.

“Baik dari KDRT (Kekerasan Dalam Rumah Tangga), kekerasan seksual, kekerasan fisik, bullying, dan penganiayaan. Berdayakan Babinsa dan Bhabinkamtibmas, sebagai ujung tombang pertolongan pertama,” pungkasnya. (kip/jnr)

Editor : Azwar Halim
#beri arahan #IKN #presiden #ppu #balikpapan #tni polri