BALIKPAPAN - Aktivitas pelabuhan di Balikpapan menunjukkan dinamika yang menarik, baik di Pelabuhan Semayang maupun Pelabuhan Peti Kemas Kariangau.
Menurut laporan Badan Pusat Statistik (BPS) Balikpapan, terdapat beberapa perubahan dalam volume penumpang, barang dan kunjungan kapal pada Juni 2024.
Pelabuhan Semayang Balikpapan mencatatkan kedatangan 23.405 penumpang angkutan laut dalam negeri.
Ini menunjukkan kenaikan sebesar 1,66 persen dibandingkan bulan sebelumnya. Meski ada lonjakan bulanan, jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu, jumlah penumpang justru turun sebesar 11,33 persen.
“Kenaikan jumlah penumpang bulan Juni lalu memberikan indikasi bahwa ada perbaikan dalam aktivitas angkutan laut.
Namun ada penurunan bila dibandingkan tahun lalu," ucap Kepala BPS Balikpapan Marinda Dama, kemarin (6/8).
Sementara itu, jumlah penumpang yang berangkat dari Pelabuhan Semayang pada Juni 2024 mencapai 18.072 orang.
Data menunjukkan peningkatan 3,84 persen dari Mei 2024. Meskipun demikian, angka ini masih menunjukkan penurunan drastis sebesar 45,96 persen dibandingkan Juni 2023.
Sedangkan, jika menengok dalam hal barang angkutan laut, data Juni 2024 menunjukkan pertumbuhan yang bervariasi.
Jumlah barang yang dibongkar di Pelabuhan Semayang dan Pelabuhan Peti Kemas Kariangau tercatat sebanyak 227.255 ton, meningkat 47,03 persen dibandingkan bulan sebelumnya. Jika dibandingkan dengan Juni 2023, terdapat peningkatan 5,79 persen.
Namun, situasinya berbeda untuk barang yang dimuat dari kedua pelabuhan tersebut. Pada Juni 2024, jumlah barang yang dimuat mencapai 45.782 ton, mengalami penurunan 19,90 persen dibandingkan Mei 2024. Dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu, penurunan mencapai 18,15 persen.
“Peningkatan signifikan dalam barang yang dibongkar menunjukkan adanya aktivitas logistik yang meningkat, yang merupakan dampak proyek pembangunan IKN (Ibu Kota Nusantara) maupun proyek lainnya di Balikpapan, untuk penurunan dalam barang yang dimuat bisa pula adanya perubahan dalam distribusi atau permintaan," bebernya.
Aktivitas angkutan laut luar negeri di Pelabuhan Semayang dan Pelabuhan Peti Kemas Kariangau juga mengalami fluktuasi.
Jumlah barang yang dibongkar pada Juni 2024 mencapai 7.442 ton, naik 51,78 persen dari bulan lalu. Namun, jika dibandingkan dengan Juni 2023, terdapat penurunan sebesar 50,37 persen.
Marinda pun mengungkap, jumlah kunjungan kapal dalam negeri pada Juni 2024 tercatat sebanyak 1.017 unit, mengalami penurunan 5,04 persen dibandingkan bulan sebelumnya, tetapi mengalami kenaikan 27,28 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Lalu, berdasarkan gross tonnage (GT), kapal yang berlabuh di Pelabuhan Semayang dan Pelabuhan Peti Kemas Kariangau berjumlah 4.604.496 GT, turun 14,56 persen dari bulan lalu dan 13,75 persen dibandingkan Juni 2023.
Dari sisi length overall (LOA), jumlah kapal mencapai 77.578 LOA, mengalami penurunan 7,15 persen dibandingkan Mei 2024 tetapi naik 55,31 persen dari tahun lalu.
Marinda menyebut, di sektor kapal luar negeri, kunjungan pada Juni 2024 mencapai 52 unit. Angka itu naik 11,76 persen dibandingkan Mei 2024 dan 9,62 persen dibandingkan Juni 2023.
Untuk GT-nya, kapal luar negeri yang berlabuh berjumlah 2.141.147 GT, turun 7,19 persen dibandingkan bulan lalu namun meningkat 30,25 persen dibandingkan Juni 2023.
Sementara itu, berdasarkan LOA, jumlah kunjungan kapal luar negeri tercatat 6.600 LOA, turun 12,73 persen dibandingkan Mei 2024 dan mengalami penurunan 45,94 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun lalu.
Dari data yang ada, dapat dilihat adanya variasi dalam tren aktivitas pelabuhan. Meskipun ada peningkatan dalam beberapa aspek, penurunan pada komponen lainnya.
Marinda menilai, secara keseluruhan, data ini menunjukkan adanya dinamika dalam sektor angkutan laut.
Serta diperlukan analisis mendalam untuk memahami penyebab penurunan yang tajam di beberapa sektor, serta bagaimana faktor-faktor eksternal dan internal memengaruhi aktivitas pelabuhan tersebut.
"Hadirnya IKN membuat Pelabuhan Semayang dan Pelabuhan Peti Kemas Kariangau tengah mengalami fase transisi.
Kenaikan bulanan dalam jumlah penumpang dan barang yang dibongkar bisa menjadi sinyal positif, adapun penurunan tahunan memang masih terjadi, dan itu masih cukup fluktuasi," tutupnya. (ndu/jnr)
Editor : Azwar Halim