Adv Balikpapan Berau Berita Kontrak Bulungan Catatan Daerah Event Film & Drama Gadget Hukum & Kriminal Kaltara Kaltim Kesehatan Lapsus Malinau Nasional Nunukan Olahraga Opini Pemerintahan Pola Hidup Politik Radar Nusantara Selebritis Tana Tidung Tarakan Teknologi Wisata & Kuliner Zodiak

Ada Warning Light, Menyeberang Lebih Aman                

Radar Tarakan • Rabu, 7 Agustus 2024 | 12:00 WIB

 

   FOTO: ANGGI PRADITHA/KP RAMBU UNTUK MENYEBERANG: Seperti di kota-kota besar, Balikpapan kini memiliki fasilitas warning light. Saat ini tersedia di empat titik sepanjang Jalan Jenderal Sudirman.
  FOTO: ANGGI PRADITHA/KP RAMBU UNTUK MENYEBERANG: Seperti di kota-kota besar, Balikpapan kini memiliki fasilitas warning light. Saat ini tersedia di empat titik sepanjang Jalan Jenderal Sudirman.

FASILITAS baru bagi pengguna jalan kini sudah tersedia di Kota Minyak. Seperti kota-kota besar dan modern, Balikpapan memiliki warning light dan pelican crossing untuk membantu pengguna jalan yang ingin menyeberang jalan.

Tahap awal, Dinas Perhubungan menyediakan warning light dan pelican crossing di empat titik sepanjang Jalan Jenderal Sudirman.

Di antaranya Balikpapan Permai, Polresta Balikpapan, Gedung Parkir Klandasan, dan Balai Kota Balikpapan.

Lokasi ini dianggap prioritas yang membutuhkan fasilitas tersebut. “Sebagai sarana prasarana bagi setiap penyebrang jalan akan semakin terjaga keselamatannya,” Kepala Dinas Perhubungan Adwar Skenda Putra.

Pihaknya mengelontorkan biaya Rp 1,2 miliar dari APBD 2024 untuk penyediaan empat titik warning light dan pelican crossing tersebut. Dia menambahkan, pelican crossing di Balikpapan berbeda dibanding kota-kota lainnya.

Biasanya daerah lain masih menggunakan sistem tombol. Namun di Kota Beriman, pelican crossing dengan sistem sentuh saja.

Cara kerjanya bagi pengguna jalan mau menyeberang cukup menyentuh tombol tanda lambang tangan.

“Kemudian tunggu 1 detik, ada lampu gambar orang jalan berwarna hijau dan lambang merah untuk pengendara berhenti sementara,” sebutnya.

Itu memberi jeda bagi penyeberang jalan sekitar 10 detik. Mereka bisa menyeberang dengan aman.

Edo meminta, pengendara juga mulai memperhatikan rambu-rambu tersebut. “Sekaligus membiasakan pengendara berhenti kalau ada orang menyeberang, makanya ada tanda dan suara,” ucapnya.

Dia menambahkan, sebenarnya masih banyak titik-titik jalan yang butuh pelican crossing dan warning light. Misalnya setiap sekolah di Jalan Ahmad Yani sekaligus mendukung zona selamat sekolah (ZOSS).

Meski saat ini di beberapa sekolah sudah terpasang warning light agar pengendara berhati-hati ketika melintas.

Rencananya ke depan, Dinas Perhubungan memetakan lagi mana daerah rawan bagi penyeberang jalan.

Sehingga pemasangan warning light dan pelican crossing di lokasi yang tepat. “Tapi kami melihat dulu ketersediaan anggaran tahun depan.

Kami upayakan prioritas pasang di sekolah-sekolah yang berada di jalan utama,” tandasnya. (ms/jnr)

Editor : Azwar Halim
#fasilitas #pelican crossing #kaltim #balikpapan #Warning Light