Adv Balikpapan Berau Berita Kontrak Bulungan Catatan Daerah Event Film & Drama Gadget Hukum & Kriminal Kaltara Kaltim Kesehatan Lapsus Malinau Nasional Nunukan Olahraga Opini Pemerintahan Pola Hidup Politik Radar Nusantara Selebritis Tana Tidung Tarakan Teknologi Wisata & Kuliner Zodiak

Tunggu Menag Nasaruddin Pulang dari Saudi, Libur Sekolah di Bulan Puasa Diputuskan Minggu Ini

Radar Tarakan • Selasa, 14 Januari 2025 | 11:00 WIB

 

ZALZILATUL HIKMIA/JAWA POS SAMPAIKAN KEBIJAKAN: Mendikdasmen Abdul Mu
ZALZILATUL HIKMIA/JAWA POS SAMPAIKAN KEBIJAKAN: Mendikdasmen Abdul Mu

JAKARTA - Jadi tidaknya sekolah diliburkan satu bulan selama momen bulan Ramadan bakal diputuskan minggu ini. Keputusan masih harus menunggu kepulangan Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar yang tengah bertugas ke Arab Saudi.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti mengatakan, hingga saat ini belum ada keputusan terkait wacana libur sekolah selama sebulan di momen Ramadan tahun ini.

Menurut dia, libur selama bulan puasa ini masih harus dibahas lebih lanjut dengan kementerian terkait. Mengingat, urusan libur sekolah ini tak hanya menyangkut Kemendikdasmen. tapi juga Kemenag hingga Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).

Karena itu, pemerintah masih akan menggelar rapat terakhir untuk memutuskan terkait libur di momen bulan puasa ini.

“Insyaallah secepatnya. Mudah-mudahan dalam minggu ini, mudah-mudahan ya. Karena Pak Nasar (Menag Nasaruddin Umar) kan sedang ke Saudi untuk urusan haji. Mungkin nanti mudah-mudahan setelah beliau kembali sudah ada keputusan,” ujar Mu’ti saat ditemui usai rapat bersama Menko PMK Pratikno, di Kantor Kemenko PMK, Jakarta, Senin (13/1).

Sejauh ini, lanjut dia, ada tiga opsi yang beredar di masyarakat dan dijadikan pertimbangan oleh pemerintah terkait libur di bulan Ramadan nanti.

Pertama, libur penuh selama satu bulan namun dengan tetap mengikuti kegiatan-kegiatan keagamaan yang diselenggarakan di masyarakat.

“Kedua itu paro-paro,” katanya. Yakni, ada waktu libur dan ada waktu masuk sekolah. Seperti yang berlaku saat ini, biasanya, awal Ramadan siswa diliburkan beberapa hari atau di akhir Ramadan. Atau jelang Idul Fitri, siswa libur dua sampai tiga hari sampai rangkaian mudik rampung.

Lalu, opsi ketiga, siswa diusulkan masuk penuh selama Ramadan. Sama seperti hari-hari biasa.

“Tapi intinya semua itu adalah usulan-usulan yang ada di masyarakat, yang kami tentu memantau usulan-usulan tersebut sebagai bagian dari aspirasi publik,” paparnya.

Nantinya, ketika sudah diputuskan salah satunya, maka akan ada pengumuman resmi yang disampaikan. Masing-masing kementerian akan mengeluarkan surat edaran terkait libur saat Ramadan ini.

“Intinya keputusannya supaya sama antara sekolah dengan madrasah. Jangan sampai nanti selama Ramadan masa aktif sekolah dan libur itu tidak sama antara sekolah dengan madrasah,” tegasnya.

Seperti diketahui, muncul isu peliburan siswa sekolah selama sebulan penuh saat bulan puasa nanti. Isu ini pun menimbulkan polemik.

Banyak masyarakat yang sepakat, tapi tak jarang masyarakat yang menyayangkan jika itu benar. Sejumlah pejabat dan tokoh masyarakat pun sempat angkat bicara mengenai hal ini.

Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf misalnya. Ia meminta agar hal ini dipertimbangkan secara matang. Sebab, libur sejatinya bukan hanya soal memberi waktu istirahat bagi siswa, tetapi juga harus memiliki tujuan yang jelas.

“Jadi, libur bukan hanya soal ada libur atau tidak, tetapi libur untuk apa. Ini yang harus dirancang modelnya,” ungkapnya. (jpg/lim)

Editor : Azwar Halim
#bulan puasa #saudi #jakarta #NASARUDDIN