JAKARTA - Pemerintah terus memberikan dukungan nyata bagi program yang berfokus pada UMKM dan industri dalam negeri, salah satunya melalui program Hari Belanja Online Nasional
(HARBOLNAS). Program tersebut diluncurkan oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto bersama Menteri Perdagangan Budi Santoso, dan Menteri UMKM Maman Abdurrahman, pada 6 Desember 2024 lalu.
Pertumbuhan yang signifikan pada kontribusi produk lokal menjadi indikator positif terhadap potensi masa depan HARBOLNAS. Hal ini juga mencerminkan peningkatan kesadaran konsumen untuk terus mendukung produk dalam negeri melalui platform e-commerce.
Baca Juga: BI Siapkan QRIS NFC pada Kuartal-I 2025
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan, program HARBOLNAS diharapkan dapat terus menunjukkan peran dalam mendorong daya beli masyarakat sekaligus mendukung produk-produk lokal agar mampu bersaing di pasar domestik dan internasional.
“Dalam upaya menciptakan pasar yang kuat bagi produk dalam negeri, Pemerintah terus mendorong promosi dan kampanye agar masyarakat lebih memilih produk lokal. Ketika pasar untuk produk lokal sudah terbentuk, maka suplai akan mengikuti secara otomatis. Langkah ini juga dapat membantu mengurangi ketergantungan pada produk impor,” kata Airlangga dalam keterangannya, Minggu (29/12).
Airlangga menyatakan, program HARBOLNAS sendiri telah berlangsung sejak 12 tahun lalu dan juga turut berkontribusi bagi peningkatan ekonomi digital nasional. Program HARBOLNAS untuk tahun ini berlangsung dari tanggal 10 hingga 16 Desember 2024.
Baca Juga: Komplotan Curanmor Terancam 9 Tahun Penjara
Dalam penyelenggaraan tahun ini, lanjut Airlangga, HARBOLNAS mampu mencetak total transaksi sebesar Rp 31,2 triliun dengan average spending per orang mencapai Rp 318.000.
Hal ini sekaligus mencerminkan antusiasme luar biasa dengan tidak kurang dari 98 juta pelanggan yang melakukan belanja memanfaatkan momentum HARBOLNAS.
Ia mengungkapkan, catatan ini mengalami peningkatan sekitar 21,4 persen dibandingkan total transaksi pada tahun 2023 yang mencetak angka Rp 25,7 triliun. Lebih lanjut, produk-produk lokal juga mampu mendominasi keseluruhan penjualan dengan porsi sebanyak 52 persen dan dengan nilai transaksi yang mencapai sebesar Rp 16,1 triliun atau mengalami peningkatan sekitar 31 persen.
"Dengan tagline #PakaiProdukSendiri, pakaian olah raga dan aksesori fashion, personal care, serta makanan dan minuman menjadi tiga kategori produk yang mendomininasi penjualan dalam HARBOLNAS 2024 baik secara overall maupun untuk produk lokal," papar Airlangga.
Lebih lanjut, Airlangga menekankan kehadiran HARBOLNAS 2024 tidak sekadar menjadi perayaan belanja online, melainkan juga langkah nyata untuk mendukung peningkatan perekonomian nasional dan penjualan produk lokal.
Selain program tersebut, Pemerintah juga memberikan dukungan bagi program belanja murah lainnya seperti program Belanja di Indonesia Aja yang berlangsung
pada 20-29 Desember 2024 dan EPiC Sale (Every Purchase is Cheap) yang berlangsung pada 22-31 Desember 2024.
“Kami optimis dengan kolaborasi yang kuat antara Pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat, target pertumbuhan ekonomi melalui sektor konsumsi dapat tercapai,” ujarnya. (jpg/har)
Editor : Azwar Halim