Adv Balikpapan Berau Berita Kontrak Bulungan Catatan Daerah Event Film & Drama Gadget Hukum & Kriminal Kaltara Kaltim Kesehatan Lapsus Malinau Nasional Nunukan Olahraga Opini Pemerintahan Pola Hidup Politik Radar Nusantara Selebritis Tana Tidung Tarakan Teknologi Wisata & Kuliner Zodiak

Hanya 19 Kasus Penderita DBD di November Diskes Bontang Klaim Terendah Sepanjang 2024 

Radar Tarakan • Jumat, 20 Desember 2024 | 10:00 WIB
ADIEL KUNDHARA/KP ANTISIPASI DBD: Fogging area hanya memberantas jentik nyamuk DBD, diperlukan pemberantasan sarang nyamuk melalui kegiatan 3M plus.
ADIEL KUNDHARA/KP ANTISIPASI DBD: Fogging area hanya memberantas jentik nyamuk DBD, diperlukan pemberantasan sarang nyamuk melalui kegiatan 3M plus.

BONTANG - Dinas Kesehatan (Diskes) Kota Bontang mencatatkan angka penderita demam berdarah dengue (DBD) di November paling rendah selama 2024. Jumlahnya hanya 19 kasus.

Penanggung Jawab DBD Diskes Siti Rahimah mengatakan tren kasus penderita DBD mengalami penurunan pasca September silam.

“Angkanya terus melorot. Bahkan di November ini paling sedikit dibandingkan bulan sebelumnya,” kata Imah.

Jumlah itu tersebar di 11 kelurahan. Artinya hanya empat kelurahan yang tercatat tanpa kasus DBD. Meliputi Satimpo, Bontang Kuala, Guntung, dan Kanaan. Sementara kasus terbanyak menyasar kelurahan Loktuan dengan lima penderita.

“Disusul Gunung Elai di urutan kedua dengan empat kasus,” ucapnya.

Selanjutnya Bontang Baru dengan dua kasus. Delapan kelurahan lain memiliki satu kasus. Angka ini juga di bawah pola maksimal maupun minimal kurun lima tahun terakhir.

Mengingat kasus tertinggi di November terjadi pada 2021 lalu dengan 46 penderita. Terendah satu tahun berikutnya di angka 26 kasus. Diketahui pada Oktober jumlah kasus penderita DBD tercatat 38.

Adapun di September menembus 69 penderita. Meski ada penurunan, Diskes meminta warga tetap waspada. Apalagi beberapa hari belakangan Bontang selalu diguyur hujan. Tempat penampungan air harus diperhatikan.

“Jangan sampai menjadi tempat perkembangbiakan nyamuk,” tutur dia.

Selain itu, lingkungan juga harus dijaga kebersihannya. Sampah plastik dan botol jangan dibiarkan supaya tidak menampung air sebagai sarana perkembangbiakkan nyamuk aedes aegypti.

Warga juga diminta untuk menutup tempat penampungan air, menaruhkan bubuk abate di bak mandi, hingga memperhatikan tempat penampungan air. Meliputi vas bunga, tatakan dispenser, hingga drum.

Upaya pengasapan bukanlah menjadi jurus ampuh. Pasalnya fogging hanya bisa membunuh nyamuk dewasa.

Sementara jentik tetap bisa berkembangbiak meski dilakukan langkah tersebut. Melalui gerakan 3M ini bisa memberantas hingga sumber permasalahan. Utamanya di kawasan yang kerap ada penampungan air. (kpg/jnr)

Editor : Azwar Halim
#19 kasus #November paling rendah selama 2024 #Siti Rahimah #dbd #diskes