SALAH satu topik utama yang dibahas dalam acara tersebut adalah prospek proyek migas laut dalam di Indonesia. Proyek migas laut dalam diprediksi semakin sering digarap dalam beberapa tahun mendatang.
Seiring dengan perkembangan teknologi dan perbaikan data yang terus dilakukan, para kontraktor diharapkan tidak lagi ragu untuk menginvestasikan dana dalam proyek migas ini.
Salah satu contoh konkret adalah Indonesia Deepwater Development (IDD) yang berfokus pada peningkatan produksi dari lapangan migas laut dalam adalah proyek yang dikelola ENI.
Proyek yang dijadwalkan berlangsung hingga 2027 ini diyakini akan menjadi pendorong utama dalam meningkatkan produksi migas Indonesia di sektor laut dalam.
Dikatakan Kepala Perwakilan SKK Migas Kalsul Azhari Idris, proyek migas laut dalam Indonesia yang saat ini digarap ENI menggantikan PT Chevron Pacific Indonesia sebagai operator telah mendapatkan dukungan penuh dari pemerintah Indonesia.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Arifin Tasrif pun menyetujui revisi rencana pengembangan (PoD) untuk proyek strategis nasional (PSN) ini.
Dalam rencana pengembangan ini, ENI menggelontorkan investasi sebesar 16 miliar dolar atau sekitar Rp 250,4 triliun untuk pengembangan beberapa proyek migas hulu di Indonesia.
Salah satunya pengembangan Lapangan Jangkrik untuk menahan laju penurunan produksi migas di area lepas pantai di Kalimantan Timur itu.
Selain itu, rencana investasi tersebut juga dialokasikan untuk beberapa proyek lainnya. Misalnya, pengembangan Lapangan Maha pada Wilayah Kerja West Ganal, pengembangan Wilayah Kerja North Ganal di sumur Geng North-1, dan pengembangan proyek IDD.
Azhari juga menuturkan, industri migas di Indonesia merupakan investasi jangka panjang yang masih akan terus berlangsung dalam waktu yang cukup lama. Meskipun ada kemajuan dalam pengembangan energi alternatif, ia yakin bahwa energi fosil, terutama minyak dan gas bumi masih akan diperlukan.
“Kegiatan industri hulu migas ini tidak akan berhenti sampai ada energi lain yang dapat menggantikan. Tentu saja ada energi alternatif yang bisa menggantikan, namun hal itu tidak akan terjadi dalam waktu dekat. Industri migas akan terus berperan dalam mendukung ketahanan energi Indonesia,” ujar Azhari.
Dalam beberapa tahun terakhir, Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) di wilayah Kalsul terus berupaya meningkatkan produksi migas, salah satunya dengan melakukan pengeboran dan eksplorasi lebih intensif.
Tahun 2024 ini, outlook pengeboran ekploitasi sebanyak 188 pengeboran dan pengeboran eksplorasi sebanyak 5 pengeboran. Belum termasuk workover dan well service yang jumlahnya mencapai ribuan pengeboran.
Hingga November 2024, lifting minyak di wilayah Kalsul tercatat mencapai 68,5 MBOPD, atau 96,41 persen dari target APBN sebesar 71,1 MBOPD. Sementara itu, lifting gas tercatat sebesar 1596 MMSCFD, yang mencapai 99,07 persen dari target APBN sebesar 1611 MMSCFD.
"Pencapaian ini menunjukkan upaya keras SKK Migas dan KKKS dalam mencapai target produksi yang telah ditetapkan," ucapnya.
Selain itu, SKK Migas melalui program pengembangan masyarakat juga menunjukkan komitmennya terhadap kelestarian lingkungan.
Hingga November 2024, SKK Migas di wilayah Kalsul telah menanam 121.058 bibit pohon dari target 100.000 bibit pohon, yang melebihi target sebesar 121 persen.
Sebagaimana disampaikan oleh Wisnu Wardhana, selaku Kepala Departemen Formalitas dan Komunikasi SKK Migas Kalsul, program penghijauan ini merupakan bagian dari tanggung jawab sosial perusahaan dalam menjaga keseimbangan ekosistem di sekitar wilayah operasional.
"Peran yang dimainkan oleh SKK Migas dan para kontraktor dalam menjaga ketahanan energi ini sangat penting. Yang mana turut kita imbangi dengan kegiatan penanaman pohon. Ini merupakan bagian dari komitmen industri hulu migas untuk melakukan penanaman pohon 1,6 Juta pohon di tahun 2024 dengan CO2 reduction sebesar 300 ribu ton," bebernya. (ndu/jnr)
Editor : Azwar Halim