Direktur Utama SMF, Ananta Wiyogo, menyampaikan bahwa SMF siap menyediakan pendanaan jangka panjang melalui sekuritisasi dan refinancing.
“Sebagai liquidity provider, kami siap mendukung pendanaan untuk 3 juta rumah, meskipun arahan formal terkait detailnya belum ditetapkan oleh pemerintah,” ujar Ananta, Selasa (17/12).
Baca Juga: Polisi Tunggu Hasil Visum, Heboh, Penemuan Jasad di Guest House Samarinda
Hingga November 2024, SMF telah menyalurkan dana KPR FLPP sebesar Rp 3,8 triliun untuk 95.855 debitur, serta pembiayaan komersial sebesar Rp 12 triliun kepada 268 ribu debitur.
Ananta juga menekankan pentingnya orkestrasi kerjasama antar pemangku kepentingan untuk memastikan target tercapai.
Sementara itu, Direktur Utama BTN, Nixon LP Napitupulu, mengusulkan kombinasi skema subsidi bunga (SSB) dan fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan (FLPP) untuk meningkatkan efisiensi pembiayaan KPR subsidi.
Baca Juga: Proyek Drainase Samarinda Picu Kemacetan
“SSB memungkinkan perbankan menggunakan dana sendiri, sementara pemerintah hanya mensubsidi selisih bunga. Portofolio KPR bisa dijual melalui sekuritisasi untuk membiayai KPR baru, sehingga perputaran likuiditas tidak bergantung sepenuhnya pada APBN,” jelas Nixon.
Ia menambahkan bahwa skema FLPP tidak memungkinkan sekuritisasi karena likuiditasnya bersumber dari uang negara. Oleh karena itu, pendekatan hybrid antara FLPP dan SSB dianggap sebagai solusi terbaik.
BTN, dengan pangsa pasar mencapai 82 persen dari total KPR, memproyeksikan potensi penyaluran KPR Sejahtera sebanyak 631.978 unit rumah pada 2025.
Dari jumlah tersebut, 142.769 unit dalam proses pembangunan, sementara 489.209 unit belum terbangun.
Mayoritas potensi KPR Sejahtera berada di Pulau Jawa, dengan 96.215 unit dalam proses pembangunan dan 327.831 unit belum terbangun.
SMF dan BTN juga menyoroti pentingnya pendataan target penerima manfaat dan jenis intervensi yang diberikan untuk menciptakan efisiensi anggaran dan keadilan sosial. Dengan pemetaan yang tepat, bantuan dapat disesuaikan dengan kebutuhan kelompok sasaran.
Baca Juga: Sembunyikan Paket Sabu dalam Sepatu, Seorang Pria Diamankan
“Kami berharap pemerintah segera menetapkan arahan formal terkait program 3 juta rumah agar semua pihak dapat berkontribusi lebih maksimal,” pungkas Ananta.
Usulan dari SMF dan BTN diharapkan dapat menjadi solusi inovatif untuk mengatasi tantangan likuiditas dan mempercepat realisasi program perumahan nasional.(jpg//ana)
Editor : Azwar Halim