Adv Balikpapan Berau Berita Kontrak Bulungan Catatan Daerah Event Film & Drama Gadget Hukum & Kriminal Kaltara Kaltim Kesehatan Lapsus Malinau Nasional Nunukan Olahraga Opini Pemerintahan Pola Hidup Politik Radar Nusantara Selebritis Tana Tidung Tarakan Teknologi Wisata & Kuliner Zodiak

Antisipasi Kegiatan Terlarang, Lapas Razia WBP

Radar Tarakan • Jumat, 20 Desember 2024 | 10:00 WIB

 

DOK LAPAS  RAZIA: Tim gabungan melakukan razia di Lapas Tarakan.
DOK LAPAS RAZIA: Tim gabungan melakukan razia di Lapas Tarakan.
DOK LAPAS  RAZIA: Tim gabungan melakukan razia di Lapas Tarakan.
DOK LAPAS RAZIA: Tim gabungan melakukan razia di Lapas Tarakan.
DOK LAPAS  RAZIA: Tim gabungan melakukan razia di Lapas Tarakan.
DOK LAPAS RAZIA: Tim gabungan melakukan razia di Lapas Tarakan.

TARAKAN - Menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru), Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II-A Tarakan menggelar razia kamar hunian warga binaan pemasyarakatan (WBP) pada Rabu (18/12) malam.

Razia ini dilakukan untuk mencegah kegiatan terlarang, dengan melibatkan aparat penegak hukum (APH) dari Kodim 0907 Tarakan, serta dipimpin langsung oleh Kepala Lapas (Kalapas) Kelas II-A Tarakan, Sutarno, bersama jajaran TNI-Polri.

Sutarno menjelaskan bahwa tujuan razia ini adalah untuk memberantas peredaran narkoba dan mencegah masuknya barang-barang terlarang ke dalam kamar hunian.

Seluruh petugas melakukan pemeriksaan secara seksama di setiap sudut kamar untuk memastikan tidak ada barang yang dapat mengganggu keamanan dan ketertiban (kamtib).

"Pelaksanaan razia ini merupakan bagian dari upaya kita untuk memastikan Lapas Tarakan bebas dari handphone, pungli, dan narkoba (halinar). Ini juga merupakan bagian dari program akselerasi menimipas, yang kami harap bisa jadi komitmen bersama dalam mewujudkan lingkungan yang lebih aman dan tertib," ungkap Sutarno.

Dari hasil penggeledahan, petugas berhasil mengamankan sejumlah barang berupa kabel listrik, gunting, senjata tajam rakitan, botol kaca, dan material berbahan besi lainnya. Namun, tidak ditemukan indikasi adanya handphone atau narkoba di dalam Lapas.

Sutarno menambahkan bahwa momen Nataru seringkali menjadi waktu rawan terjadinya pelanggaran oleh warga binaan.

Oleh karena itu, pihaknya telah menginstruksikan jajaran untuk melakukan pemantauan intensif terhadap aktivitas di kamar hunian setiap jam. Dengan pemantauan yang ketat, diharapkan dapat mencegah terjadinya pelanggaran.

"Memang Nataru ini adalah momen rawan pelanggaran. Kami memahami bahwa warga binaan juga membutuhkan hiburan, namun di sini ada aturan tegas yang harus diikuti. Itu adalah konsekuensi bagi siapa saja yang menjalani hukuman di Lapas," tegas Sutarno. (zac/lim)

Editor : Azwar Halim
#tarakan #Razia WBP #lapas #nataru