SAMARINDA - Pulau Maratua di Kepulauan Derawan, Kalimantan Timur, semakin populer di kalangan wisatawan domestik maupun mancanegara. Keindahan alamnya yang eksotis dan keberadaan resor-resor mewah menjadikannya salah satu destinasi unggulan.
Namun, keterbatasan aksesibilitas masih menjadi hambatan utama bagi wisatawan yang ingin menikmati pesona pulau terluar Indonesia yang berbatasan langsung dengan Filipina ini.
Melihat potensi besar tersebut, Dinas Perhubungan (Dishub) Kaltim tengah mengupayakan penambahan penerbangan langsung menuju Bandara Maratua.
Saat ini, wisatawan hanya memiliki dua pilihan moda transportasi: speedboat dari Pelabuhan Tanjung Redeb dan pesawat perintis dari Bandara APT Pranoto Samarinda ke Maratua.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dishub Kaltim, Lisa Hasliana, menyebut pihaknya sedang merancang skema block seat untuk mendorong maskapai membuka rute reguler ke Maratua.
“Jika berkaca dari Kutai Barat, mereka pernah menerapkan block seat selama satu tahun dengan subsidi CSR sebesar Rp1,4 miliar. Untuk Maratua, skema serupa bisa melibatkan pemilik resor dan penginapan,” ujar Lisa, Jumat (13/12).
Dengan skema ini, pihak resor bisa memesan kursi penerbangan untuk tamu mereka, sehingga maskapai mendapat kepastian penumpang dan tiket dapat dijual dengan harga lebih terjangkau.
“Melibatkan pemilik hotel dan resor akan membantu keberlanjutan penerbangan, serta mendukung pariwisata di Pulau Maratua,” jelasnya.
Penjabat (Pj) Gubernur Kaltim, Akmal Malik, turut mendukung inisiatif tersebut. Ia menyebut Pulau Maratua memiliki 13 hingga 15 resor besar yang bisa berkolaborasi dalam skema block seat ini.
“Jika setiap resor memesan lima kursi saja, maka satu pesawat berkapasitas 75 kursi bisa terisi penuh. Ini akan meningkatkan kunjungan wisatawan secara signifikan,” tegas Akmal.
Rencananya, penerbangan menuju Maratua akan menggunakan pesawat ATR berkapasitas 68 hingga 74 penumpang sekali terbang.
“Diharapkan maskapai dapat segera membuka rute ini agar akses ke Maratua semakin mudah dan wisatawan semakin tertarik berkunjung,” pungkasnya. (mrf/beb/jnr)
Editor : Azwar Halim