SAMARINDA - Menjelang akhir tahun, aktivitas pengerjaan infrastruktur seperti drainase, perbaikan jalan, dan revitalisasi trotoar terlihat di beberapa ruas jalan utama Kota Samarinda.
Akibatnya, penyempitan jalan pun tak terhindarkan, menyebabkan kemacetan di sejumlah titik padat seperti Jalan Bhayangkara, KH Agus Salim, Juanda, dan KS Tubun.
Sejumlah proyek infrastruktur ini sebenarnya telah dikebut sejak pertengahan tahun. Namun, menurut Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Dinas PUPR Kota Samarinda, Ilhamsyah, setiap pekerjaan memiliki tantangan tersendiri, terutama dalam memenuhi standar pengendalian banjir.
Selain itu, keberadaan kabel telekomunikasi dan pipa air bawah tanah yang tidak terdeteksi kerap memperlambat proses.
“Kami upayakan pengerjaan drainase selesai sesuai kontrak pada akhir tahun ini. Setelah proses selesai, area akan langsung ditutup dengan aspal untuk meminimalkan dampak lalu lintas,” ujar Ilhamsyah.
Di sisi lain, Wali Kota Samarinda, Andi Harun, meminta masyarakat bersabar menghadapi kondisi ini. Menurutnya, kemacetan yang terjadi merupakan konsekuensi dari upaya peningkatan infrastruktur kota.
“Semua ini dilakukan demi kenyamanan warga ke depannya. Selain memperlancar lalu lintas, proyek ini juga bertujuan mengatasi persoalan banjir yang selama ini menjadi masalah utama,” jelas Andi Harun.
Andi optimistis proyek infrastruktur ini akan rampung antara Desember hingga Januari mendatang. Dengan selesainya pekerjaan ini, ia berharap lalu lintas kembali lancar dan permasalahan banjir di Kota Samarinda dapat teratasi.
“Semoga awal tahun depan semua proyek tuntas, dan kota Samarinda lebih nyaman bagi kita semua,” pungkasnya. (hun/beb/jnr)
Editor : Azwar Halim