BALIKPAPAN - Danyon A Pelopor Satuan Brimob Polda Kaltim, Kompol Iwan Pamuji memaparkan, dalam melakukan pengamanan pemilu, pihaknya memiliki sejumlah satuan tugas (Satgas) penindakan Brimob.
Antara lain Subsatgas PHH, Aksi Khusus, Search dan Rescue (SAR), penjinakan bom (Jibom) dan Subsatgas Anti Drone.
“Ada lima satgas penindakan,” ungkap Iwan, Selasa (3/12).
Iwan yang juga menjabat Kasatgas Tindak Operasi Mantap Brata 2024 itu menyebut, PHH bertugas jika ada tindakan anarkis dalam kegiatan pemilu akan diturunkan. Di Kaltim selama ini masih dalam bentuk wajar terkait demo, karena masyarakat lebih fokus ke penyampaian aspirasi.
“Anti drone digunakan pada saat pemilu terbuka dan drone ilegal yang tidak ada izinnya. Subsatgas SAR khusus dalam penanganan bencana di waktu pemilu,” terang Iwan.
Sementara Tim Respons Bencana Brimob dibentuk untuk membantu proses penyelamatan korban bencana khususnya di Balikpapan. Selain diisi personel yang punya keahlian penyelamatan, tim ini juga dibekali dengan perlengkapan yang mumpuni.
“Karena memang semua anggota Brimob Polda Kaltim punya kemampuan penyelamatan,” terang Komandan Satuan Brimob Polda Kaltim Kombes Pol Andy Rifai.
Personel yang standby di posko Respons Bencana berjumlah enam orang. Jika kondisi di lapangan butuh tambahan personel, nanti akan dilakukan penambahan dukungan, tergantung keperluan.
Tidak main-main, personel Tim Respons Bencana ini juga memiliki keahlian penyelamatan di darat, laut dan udara.
“Khusus untuk tim selam, mereka semua punya sertifikasi selam,” urainya.
Tim Respons Bencana juga dibekali dengan peralatan penunjang operasi rescue yang cukup lengkap, seperti kapal cepat dengan kapasitas besar, perlengkapan selam yang memadai dan armada pemadam kebakaran berupa dua unit water canon, dengan kapasitas angkut air masing-masing 7.000 liter.
“Selain itu kami juga punya alat teknis terbaru untuk memotong besi untuk korban terjepit, pompa hidrolik dan alat komunikasi under water kami sudah punya,” jelas dia.
Selain melakukan operasi penyelamatan, juga selalu membantu pengamanan di lokasi bencana. Pengamanan, kata dia tetap diperlukan agar tidak terjadi chaos dan perilaku kriminal.
Misalnya saja, saat proses pemadaman kebakaran, petugas BPDB biasanya mengalami kesulitan saat memasuki lokasi karena warga yang berkerumun maupun oknum yang memanfaatkan situasi untuk melakukan pencurian.
“Jadi kami bantu amankan jalan, amankan rumah warga agar tidak ada tindakan kriminal. Dan yang tak kalah penting mengamankan petugas pemadam yang bertugas. Sebab di beberapa tempat, petugas pemadam kadang mendapat intimidasi dari warga yang panik,” beber dia. (kpg/jnr)
Editor : Azwar Halim